Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Membuat Kandang Ayam

17 komentar

membuat kandang ayam
Pada artikel sebelum nya tentang membuat kandang ayam, di sini tentang brooding doc, dan di peternakan ayam,

Kini informasi peternakan ayam akan membantu anda, bagai mana memelihara ayam dan membuat kandang ayam yang sederhana, tapi dengan cara ini kita bisa meng-eksplore kepada bentuk skala besar tentunya, akan tetapi kita lebih baik belajar dan berawal dari hal yang kecil dulu.... seperti dalam contoh sebelumnya, kita membuat contoh hanya dengan total ayam sebanyak 75 samapi 100 ekor, praktek ini bisa di terapkan dalam memelihara ayam kampung , atau memelihara ayam broiler, semua teknik dasarnya pasti sama.. hanya mungkin dalam manajemen saja yang berbeda.

cara membuat kandang ayam tidak lah sulit, sebagai contoh, bagai mana saya cara membuat kandang ayam yang se-sederhana mungkin, dengan modal yang sederhana juga tentunya, akan tetapi kandang ini sudah saya terapkan 10 tahun yang silam (ketika sayamemelihara ayam kampung ...di indonesia)

Kita lihat gambar di bawah ini.
membuat kandang ayam


Cara Merawat kandang ayam

17 komentar

Cara Merawat Kandang Ayam Petelur

Cara merawat Kandang Ayam Petelur atau disebut Sanitasi merupakan tindakan pengendalian penyakit melalui kebersihan. Olleh karena itu untukmemperoleh lingkungan yang bersih, higienis dan sehat tindakan sanitasi harus dilaksanakan dengan teratur. Memang harus diakui bahwa rendahnya sanitasi sering menimbulkan peluang yang sangat besar untuk berkembangnya suatu penyakit.

Seringkali virus yang virulensinya tinggi sejak DOC tiba. Keganasan seperti ii hanya bisa ditekan dengan tindakan sanitasi dan pengelolaan yang baik.Dengan sanitasi keganasan organisme yang merugikan dapat ditekan.

1. Sanitasi Lingkungan. Sasaran utama sanitasi lingkungan ini meliputi seluruh kandang dan segala macam peralatnya, misalnya gudang pakan, gudang telur, parit yang ada di sekitar kandang dan gudang. setelah kandang dikosongkan karena ayam di afkir, kandang tersebut harus segera di cuci, dan selanjutnya didesinfeksi. Untuk melakukan desinfeksi ini harus benar-benar difahami jenis desinfektan, sifat dan cara penggunaanya.

2. Sanitasi petugas. Petugas adalah mereka yang sehari-hari bertugas di kandang, yang sehari-harinya berhubungan dengan ayam, baik yang bertugas terhadap pengelolaan ayam, penanganan terhadap produksi telur dan sebagainya. Namun yang perlu diperhatikan adalah para petugas tersebut tidak terlepas dari dunia luar, maka mereka juga dijadikan sasaran sanitasi. sebelu petugas mulai pekerjaanya di kandang, merekapun harus dalam keadaan higienis, bebas kuman.

3. Sanitasi Terhadap ayam. Sasaran sanitasi tidak terbatas pada kandang, perlatan serta prtugasnya saja. Tetapi kelompok aymnya yang dikelola juga harus mendapatkan perlakuan sanitasi.

Upaya sanitasi terhadap kelompok ayam ini dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Ayam-ayam yang sakit segera dipindahkan dari kelompoknya, dan ditempatkan di kandang isolasi untuk mendapatkan penanganan khusus.

2. Ayam-ayam yang mati bangkainya harus segera di bakar agar tidak menjadi sumber penyakit.

Penanganan bangkai yang tidak tepat, misalnya yang dilakukan dengan penguburan atau pemanfaatan bangkai sebagai pakan hewan lain adalah tidak benar, karena hal ini akan membantu menyebarkan bibit penyakit pada ayam yang sehat.

KAMBING

0 komentar
Mengapa Kambing Peranakan Etawa Kambing peranakan etawa adalah kambing hasil persilangan antara kambing kacang dan kambing etawa. Hasil persilangan ini mengakibatkan bentuk tubuhnya berada di antara kambing etawa dan kambing kacang dengan ciri-ciri sebagai berikut :
-panjang telinga berkisar antara 18-30 cm;
-bobot badan kambing unggul 50 kg;
-Tinggi pundak berkisar 76-100 cm;
-Warna bulu bervariasi dari cokelat sampai hitam
Jenis kambing ini sangat baik untuk digemukan dan dibudidayakan karena dagingnya disukai masyarakat karena lebih empuk dan lebih gurih, daya reproduksi dan pertumbuhan berat badannya relatif cepat. Berat badan kambing peranakan etawa dapat mencapai 68 – 91 kg sehingga cocok untuk dijadikan ternak penghasil daging. Terlepas dari itu semua, kambing peranakan etawa mempunyai harga jual yang baik.
Cara Pemeliharaan yang Baik
Cara-cara memelihara kambing yang saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan ternyata kurang menguntungkan. Pemberian pakan hanya sekadarnya saja, bahkan tidak jarang kita jumpai kambing itu dilepas begitu saja untuk mencari makan sendiri serta pembuatan kandang yang kurang memenuhi persyaratan. Cara beternak kambing secara tradisional yang seperti ini harus ditinggalkan.
Berikut ini adalah cara-cara beternak kambing secara intensif :
1. Pembuatan kandang
Kandang yang sesuai untuk melakukan pemeliharaan kambing secara intensif sebaiknya dibuat dengan menggunakan sistem panggung. Luas kandang yang ideal untuk seekor kambing adalah 1 meter persegi. Agar kambing terlindung dari hujan dan cuaca buruk, maka kandang itu perlu diberi atap dan tutup samping agar kambing tidak dapat bebas berkeliaran.
Setelah kandang selesai dibuat, langkah selanjutnya yaitu mensterilkannya agar bebas kuman.
2. Pengadaan kambing
Kambing yang akan digemukkan dan dibudidayakan sebaiknya didatangkan dari peternakan yang sudah terpantau kesehatannya dan berkualitas baik. Pemilihan kambing dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
a. Tidak terserang penyakit dan tidak cacat tubuh
b. Berumur antara 1,5-2 tahun
c. Memiliki garis punggung lurus
d. Tumitnya tinggi
e. Tubuhnya berpenampilan gagah dan lincah.
Setelah kambing tiba di kandang, kemudian diberikan vitamin selama 2 minggu untuk menghilangkan stres yang dialami selama dalam perjalanan.
3.  Pemberian pakan
Pakan yang diberikan dapat terdiri dari konsentrat dan dedak dengan perbandingan 1: 3 atau penggabungan beberapa bahan pakan dengan perbandingan dedak sebanyak 50%, bungkil kelapa 25%, tepung jagung 15%, bungkil kacang tanah 8%, garam dapur 1%, tepung tulang 0,5% dan kapur 0,5% Sebagai pakan tambahan kepada kambing dapat diberikan rumput rumput, seperti: rumput gajah, rumput setaria, rumput benggala, rumput raja dan rumput alam dan dedaunan, seperti daun lamtoro, daun turi, daun gamal, daun kacang dan daun kaliandra. Pakan tambahan itu dapat diberikan sebanyak 15 – 20% dari berat badan kambing.
Untuk memacu pertumbuhan berat badan, dapat diberikan growth stimulant (GS) berupa Bio-N-Plus. Bahan ini mengandung premix vitamin dan premix mineral yang merupakan campuran dari berbagai vitamin dan mineral mikro yang digunakan dalam ransum pakan (sebesar 0,5%).
4.  Pembuatan meter lingkar dada
Meter lingkar dada dibuat untuk mengetahui berat badan kambing yang memakai rumus (X + 22) kuadrat/100. Sebagai contoh lingkar dada seekor kambing 40 cm = X, maka berat badan kambing tersebut adalah (40+22) kuadrat dibagi 100 sama dengan 38,44 kg.

Pengobatan Tradisional untuk Penyakit yang Sering Menyerang Kambing/Domba

1 komentar
Ternak kambing atau domba merupakan ternak yang umum dipelihara di pedesaan. Masalah yang sering dijumpai adalah serangan penyakit yang sangat merugikan peternak karena dapat menghambat pertumbuhan, reproduksi, bahkan kematian ternak. Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan, karena jauh dari kota (toko obat) dan harga obat yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun.
Tips bagi Anda untuk mengatasi berbagai penyakit yang sering menyerang kambing melalui pengobatan tradisional.

Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut:

SCABIES (KUDIS)
Penyebab: parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.

Tanda- tanda:
  • Kerak - kerak pada permukaan kulit
  • Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis
  • Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku

Pengobatan :
  • Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan menggunakan:
  • Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
  • Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada bagian kulit yang sakit.
  • Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Pencegahan:
  • Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat.
  • Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
  • Mandikan ternak dua minggu sekali.
  • Bersihkan kandang seminggu sekali.


BELATUNGAN ( MYASIS )
Penyebab: Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembangbiak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.

Tanda-tanda:
  • Adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka
  • Bila belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.

Pengobatan:
  • Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kapur barus atau tembakau.
  • Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran.
  • Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
  • Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.


CACINGAN
Penyebab: Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang pengembalaan yang kotor.

Tanda-tanda:
  • Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap
  • Sembelit atau mencret
  • Lesu dan pucat
  • Daerah rahang terlihat membengkak
  • Mati mendadak

Pengobatan:
  • Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk dipuasakan terlebih dahulu.
  • Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.

Pencegahan:
  • Kandang dibuat panggung dan bersih
  • Pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00.
  • Jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah.

KERACUNAN TANAMAN
Penyebab: Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung zat racun.

Tanda-tanda:
  • Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.

Pengobatan:
  • Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.

Pencegahan:
  • Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.

Rusa Totol

1 komentar
Chital atau Cheetal (Axis axis), yang juga dikenal sebagai rusa Chital, rusa totol atau rusa axis, merupakan rusa yang umumnya hidup di kawasan hutan Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Bhutan, India, dan dalam jumlah kecil di Pakistan.

Bersambung

Jenis Kerbau dan Cara Pemeliharaannya 2

0 komentar
6. Kerbau Mesir
Kerbau dibawa ke Mesir dari India, Iran dan Irak sekitar pertengahan abad ke-7. Perbedaan di antara berbagai jenis kerbau Mesir hanya terletak pada lingkungannya. Kerbau merupakan hewan ternak paling penting dan paling terkenal untuk produksi susu di Mesir.

Jumlah populasi: 3.717.000

Gambaran: Kulit berwarna kelabu kehitaman, bentuk tanduk bervariasi mulai dari tanduk berbentuk huruf U sampai tanduk yang berbentuk pedang. Kepala kerbau Mesir panjang dan sempit, dan rahangnya panjang dan kokoh. Telinga kerbau ini panjang dan terkulai. Leher kerbau jenis ini cukup panjang, tipis dan lurus. Kaki depan kerbau Mesir agak pendek dan bertulang besar. Tulang-tulang iga kerbau ini lebar, dalam dan mengembang. Bagian pantatnya melereng dan posisi ekornya rendah. Tinggi gumba pada kerbau Mesir jantan 178 cm, dan bobot badannya 600 kg. Tinggi gumba kerbau Mesir betina 144 cm, dan berat badannya 500 kg.

Persebaran: Di seluruh Mesir, terutama di kawasan pinggiran kota dan delta sungai Nil.

Pemeliharaan: Petani menyimpan kotoran kerbau yang sudah kering di dalam kandang kerbau. Kotoran kerbau yang sudah kering ini diambil dua kali setahun dan ditaburkan di ladang sebelum musim tanam. Kerbau Mesir disembelih hanya di rumah potong hewan, sesuai dengan ketentuan Islam, yaitu dengan memotong urat nadi lehernya.

Pemerahan susu kerbau Mesir dilakukan dengan tangan, dua kali sehari, umumnya dilakukan para wanita. Rata-rata berat badan saat penyembelihan 500 kg setelah berumur 18-24 bulan. Karkas kerbau Mesir 51 persen. Tingkat pertumbuhan keseluruhan 700 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 210-280 hari.
Produksi susu 1.200-2.100 kg.
Lemak susu 6,5-7,0 persen.
Produk: Keju berikut dibuat dengan tambahan susu sapi: Domiati, Karish, Mish, Rahss.
Sumber: El Kirabi, 1995; Nigm, 1996; Ragab dan Abdel Salam, 1963; Mokhtar, 1971; Askar dkk., 1973; Borghese, 2005.

7. Kerbau Jafarabad
Trah kerbau Jafarabad diperkirakan sudah ada di Gujarat (India) pada tahun 1938.

Jumlah populasi: 600.000.

Gambaran: Kulit kerbau Jafarabad berwarna hitam. Badannya besar bulat dan panjang. Kerbau Jafarabad bertanduk panjang, berat dan lebar dan tanduk ini kadang-kadang menutupi matanya. Tinggi gumba kerbau Jafarabad jantan dewasa 142 cm, dan bobot badannya berkisar 600 hingga 1.500 kg. Tinggi gumba kerbau Jafarabad betina dewasa 140 cm, dan berat badannya sekitar 550 kg, bahkan sebagian kerbau Jafarabad betina bisa mencapai bobot 700-800 kg.

Persebaran: Kerbau Jafarabad merupakan salah satu trah kerbau terpenting di Gujarat. Trah kerbau ini umumnya terdapat di antara sungai Mahi dan Sabarmati di Gujarat utara. Sebagian kerbau Jafarabad telah diekspor ke Brazil.

Pemeliharaan: Kerbau Jafarabad biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kerbau ini diperah susunya dengan tangan dua kali sehari. Kerbau jenis ini diberi berbagai macam pakan berserat seperti jerami barley dan gandum, batang jagung, dan ampas tebu. Selain itu, kerbau Jafarabad diberi pakan berupa campuran konsentrat. Kalau padang penggembalaan tersedia, kerbau Jafarabad merumput sepanjang hari. Kerbau Jafarabad kawin secara alami. Namun demikian, sebagian peternak juga melakukan inseminasi buatan.

Kinerja susu:
Masa laktasi 350 hari.
Produksi susu 1.800-2.700 kg.
Lemak susu 8,5 persen.
Karakteristik kinerja trah kerbau Jafarabad sebagaimana yang dilestarikan di Junagarh Centre (India) of the Network Project on Buffalo diberikan di bawah ini (Sethi, 2003):
Berat badan rata-rata 529�13 kg.
Usia beranak pertama 1.925�196 hari.
Produksi susu pada masa laktasi pertama 305 hari atau kurang 1.642�283 kg.
Produksi susu total pada laktasi pertama 1.642�283 kg.
Produksi susu pada seluruh masa laktasi 305 hari atau kurang 1.950�79 kg.
Produksi susu total pada seluruh masa laktasi 2.097�110 kg.
Lama seluruh masa laktasi 320,1�11,6 hari.
Kandungan lemak rata-rata 7,7�1,0 persen.
Masa kering rata-rata 159,8�10,9 hari.
Masa kawin 161,5�14,0 hari.
Jarak beranak 509,8�20,1 hari.
Jumlah perkawinan per kebuntingan 1,4�0,1.
Tingkat kematian anak rata-rata (umur 0-3 bulan) 10,75 persen.
Sumber: Alexiev, 1998; Trivedi, 2000; Sethi, 2003.

8. Kerbau Jerangi
Gambaran: Kerbau Jerangi berwarna hitam, dan tanduknya mengarah ke belakang. Kerbau Jerangi tergolong kerbau kecil.

Persebaran: Kerbau Jerangi banyak ditemukan di kawasan perbatasan Orissa dan Andhra Pradesh.

Pemeliharaan: Kerbau Jerangi biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kalau padang rumput tersedia, kerbau Jerangi merumput sepanjang hari. Kerbau Jerangi kawin secara alami. Kerbau ini merupakan kerbau pekerja dan berjalan cepat.
Sumber: Cockrill, 1974; FAO, 2003.

9. Kerbau Kuhzestan atau Kerbau Irak
Jumlah populasi: 200.000.

Gambaran: Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak bertanduk pendek dan tumbuh ke atas membentuk cincin di ujungnya. Berdasarkan ukuran badannya, besar kemungkinan kerbau Irak merupakan galur kerbau terbesar di dunia. Tinggi gumba kerbau Kuhzestan jantan dewasa 148 cm, dan berat badannya 800 kg. Tinggi gumba kerbau Kuhzestan betina dewasa 141 cm, dan berat badannya 600 kg.

Persebaran: Di Iran, galur kerbau ini terdapat di Kuhzestan dan Lorestan. Di Irak, kerbau ini banyak ditemukan di daerah Selatan, di kawasan pinggir kota Baghdad dan Mosul.

Pemeliharaan: Kerbau dipelihara di alam terbuka sepanjang tahun. Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini dipelihara di kandang terbuka yang terbuat dari tumbuhan setempat (buluh, semak, daun kurma) dengan tembok di satu sisi dan tiga sisi terbuka. Kerbau ini diberi makan dengan tangan pada saat diperah, pada pagi hari dan sore hari, dengan pakan hijauan yang tersedia.

Kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini juga diberi pakan berbagai macam limbah seperti ampas tebu, buluh dari rawa-rawa, dan limbah rumah tangga. Kerbau yang berendam di kolam dan sungai juga diberi pakan tumbuhan air.

Susu kerbau ini umumnya diperah menggunakan tangan, dan hanya sedikit peternak yang menggunakan mesin perah. Tidak ada pabrik pengolah susu. Kerbau jantan sangat berbahaya, kuat dan sulit dikendalikan serta selalu agresif terhadap manusia. Kerbau yang akan dijadikan kerbau pekerja biasanya dikebiri. Kerbau betina sangat peka terhadap orang yang tidak dikenal dan produksi susunya berkurang kalau diperah orang yang tidak dikenalnya. Kerbau betina umumnya juga tidak jinak.

Bobot rata-rata saat disembelih 400 kg pada usia 12 bulan. Produksi karkas kerbau ini 50 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata kerbau Kuhzestan atau kerbau Irak ini 580 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 200-270 hari.
Produksi susu 1.300-1.400 kg.
Kadar lemak susu 6,6 persen.
Produk: Susu, yoghurt, krim segar, keju segar, dan mentega.
Sumber: National Buffalo Project, 1988; Magid, 1996; Saadat, 1997; Borghese, 2005.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
Bianca Moioli dan Antonio Borghese
Instituto Sperimentale per la Zootecnia
(Lembaga Penelitian Produksi Ternak)
Via Salaria 31, 00016 Monterotondo (Rome), Italy
ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/010/ah847e/ah847e01.pdf

Tujuan

0 komentar
Dibentuknya KUB Praja Mandiri, bertujuan antara lain :
  1. Mengembangkan agribisnis berbasis ternak domba, berorientasi pasar dan pendapatan
  2. Meningkatkan posisi tawar petani dalam menghadapi persaingan bisnis
  3. Memudahkan akses Informasi, pasar, teknologi maupun modal.

Alergi Susu

0 komentar
Pendahuluan
Hampir semua bayi kadang-kadang rewel. Namun demikian, sebagian bayi sangat rewel karena mereka alergi protein susu sapi, yang merupakan bahan dasar sebagian besar susu formula bayi yang dijual di pasaran.

Orang umur berapa pun bisa mengalami alergi susu, tapi alergi susu lazim terjadi pada bayi (sekitar 2% sampai 3% bayi mengalami alergi susu) meskipun kebanyakan bayi mampu mengatasinya. Kalau Anda menduga anak Anda mengalami alergi susu, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk diperiksa dan mendapatkan alternatif pengganti susu formula dan produk susu.

Alergi susu terjadi kalau sistem kekebalan menganggap protein susu sebagai sesuatu yang harus dilawan tubuh. Hal ini menimbulkan reaksi alergi, yang dapat menyebabkan bayi rewel dan gelisah dan menyebabkan gangguan lambung serta gejala lainnya. Kebanyakan anak yang alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kambing dan susu domba, dan sebagian anak juga alergi terhadap protein pada susu kedelai.

Bayi yang diberi air susu ibu (ASI) berisiko lebih kecil mengalami alergi susu dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Tapi para peneliti belum benar-benar memahami mengapa sebagian bayi mengalami alergi susu dan sebagian lagi tidak, walaupun mereka yakin bahwa kebanyakan kasus alergi susu disebabkan faktor keturunan.

Biasanya, alergi susu hilang dengan sendirinya setelah anak berumur 3 hingga 5 tahun, tapi sebagian anak tidak pernah mampu menanggulanginya.

Alergi susu tidak sama dengan intoleransi laktosa (gula susu), yaitu ketidakmampuan mencerna gula susu, yang jarang terjadi pada bayi dan lebih lazim terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Gejala Alergi Susu
Gejala alergi protein susu sapi umumnya terlihat dalam beberapa bulan pertama umur bayi. Seorang bayi bisa mengalami gejala alergi dengan segera setelah minum susu (reaksi cepat), atau gejala tersebut baru muncul setelah 7 sampai 10 hari setelah minum susu sapi (reaksi lambat).

Reaksi lambat lebih sering terjadi. Gejala alergi bisa meliputi mencret (kadang berdarah), muntah, mual, tidak mau makan, iritabilitas atau nyeri perut, dan ruam pada kulit. Reaksi seperti ini lebih sulit didiagnosis karena gejala yang sama bisa terjadi pada kondisi kesehatan lainnya. Kebanyakan anak mampu menanggulangi alergi seperti ini setelah berusia 2 tahun.

Reaksi cepat terjadi tiba-tiba dengan gejala yang meliputi nyeri perut, muntah, mengi, bengkak, ruam urtikaria, benjolan gatal lainnya pada kulit, dan diare berdarah. Pada kasus yang langka, reaksi alergi yang sangat parah (anafilaksis) bisa terjadi dan mempengaruhi kulit, perut, pernapasan, dan tekanan darah bayi. Anafilaksis lebih sering terjadi pada alergi makanan lainnya daripada alergi susu.

Diagnosis Alergi Susu
Kalau Anda menduga bayi Anda alergi susu, segera hubungi dokter. Dokter akan menanyakan riwayat alergi keluarga atau intoleransi makanan keluarga Anda dan kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Tidak ada satu hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat mendiagnosis dengan tepat kasus alergi susu, sehingga dokter Anda mungkin menganjurkan beberapa kali pengujian untuk membuat diagnosis dan mengesampingkan kemungkinan masalah kesehatan lainnya.

Selain pemeriksaan tinja dan darah, dokter mungkin meminta pemeriksaan kulit, di mana sejumlah kecil protein susu dimasukkan ke bawah permukaan kulit anak menggunakan jarum. Bila muncul bercak menonjol yang disebut lesi urtikaria, anak tersebut mungkin mengalami alergi susu.

Dokter bisa juga meminta penghentian pemberian susu sapi sementara (oral challenge test). Setelah Anda menghentikan pemberian susu sapi kepada bayi Anda selama sekitar satu minggu, dokter kemudian meminta Anda kembali memberikan susu sapi, lalu menunggu selama beberapa jam untuk mengamati kemungkinan reaksi alergi. Dokter kadang-kadang mengulangi pemeriksaan ini untuk memastikan diagnosisnya.

Penanggulangan Alergi Susu
Kalau bayi Anda mengalami alergi susu, dan bayi Anda diberi ASI, Anda harus mengurangi konsumsi produk yang terbuat dari susu karena protein susu yang menyebabkan reaksi alergi bisa masuk ke susu Anda. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mencari alternatif sumber kalsium dan gizi penting lainnya untuk menggantikan gizi yang Anda peroleh dari produk susu.

Semua produsen makanan harus menyatakan dengan jelas pada label kemasan makanan yang dibuatnya apakah makanan tersebut mengandung susu atau produk berbahan dasar susu, yang ditampilkan pada atau dekat daftar bahan di kemasan makanan tersebut. Ketentuan ini berlaku hanya pada makanan yang dikemas mulai tahun 2006, sehingga sebagian makanan yang dikemas sebelum itu mungkin tidak menampilkan informasi mengenai alergen makanan.

Kalau Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, dokter mungkin menganjurkan Anda beralih ke susu formula berbahan dasar protein kedelai. Kalau bayi Anda tidak toleran kedelai, dokter mungkin menganjurkan Anda beralih ke susu formula hipoalergen, yaitu susu di mana proteinnya terurai menjadi partikel-partikel sehingga susu formula ini lebih kecil kemungkinannya menimbulkan reaksi alergi.

Secara umum, ada dua jenis susu formula hipoalergen yang tersedia di pasar:

1. Susu formula hidrolisis ekstensif, yaitu susu formula yang mengandung protein susu yang terurai menjadi partikel-partikel kecil sehingga kurang alergenik daripada protein utuh pada susu formula biasa. Kebanyakan bayi yang mengalami alergi susu toleran terhadap susu formula ini, tapi pada sebagian kasus, susu formula ini masih menimbulkan reaksi alergi.

2. Susu formula bayi berbahan dasar asam amino, yaitu susu formula yang mengandung protein dalam bentuk paling sederhana (asam amino merupakan bahan pembentuk protein). Susu formula ini mungkin dianjurkan kalau kondisi bayi Anda tidak membaik meskipun telah beralih ke susu formula hidrolisis.

Susu Formula yang Tidak Aman
Susu formula "hidrolisis parsial" juga tersedia di pasaran tapi tidak dianggap benar-benar hipoalergenik dan masih dapat menimbulkan reaksi alergi yang signifikan.

Susu formula yang tersedia di pasar sekarang sudah disetujui Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (United States Food and Drug Administration, FDA) dan dibuat melalui proses yang sangat khusus yang tidak dapat ditiru di rumah. Susu kambing, susu beras, atau susu almon tidak aman dan tidak dianjurkan untuk bayi.

Berganti Susu Formula
Setelah Anda mengganti susu formula untuk bayi Anda dengan susu formula hipoalergen, gejala alergi akan hilang dalam 2 hingga 4 minggu. Dokter Anda mungkin menganjurkan Anda terus menggunakan susu formula hipoalergen sampai bayi Anda berumur setahun, dan setelah itu secara bertahap makanannya diberi susu sapi.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
http://kidshealth.org/parent/medical/allergies/milk_allergy.html

Perbandingan Komposisi Susu Sapi, Kambing, Domba, dan Kerbau

0 komentar
Unsur Satuan Sapi Kambing Domba Kerbau
Protein Gram 3,2 3,1 5,4 4,5
Lemak Gram 3,9 3,5 6,0 8,0
Karbohidrat Gram 4,8 4,4 5,1 4,9
Energi Kkal 66 60 95 110
Gula Susu (Laktosa) Gram 4,8 4,4 5,1 4,9
Asam Lemak Jenuh Gram 2,4 2,3 3,8 4,2
Asam Lemak Tunggal Tak Jenuh Gram 1,1 0,8 1,5 1,7
Asam Lemak Ganda Tak Jenuh Gram 0,1 0,1 0,3 0,2
Kolesterol Miligram 14 10 11 8
Kalsium SI 120 100 170 195

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
http://www.buffalomilk.co.uk/id20.htm
http://www.bufaladivermont.com/aboutus.html

Jenis Kerbau dan Cara Pemeliharaannya 1

0 komentar
Jenis kerbau yang diuraikan di sini adalah subspesies kerbau sungai saja yang ditampilkan menurut abjad. Nama galur kerbau ini didasarkan pada nama yang diberikan pada Mason (1996). A World Dictionary of Livestock Breeds (Kamus Galur Ternak Dunia), Types and Varieties (Jenis dan Varietas), Edisi Keempat. Wallington, UK. Jumlah populasi kerbau merupakan data populasi tahun 1999-2004 dari berbagai sumber.

Karena naskah sumbernya cukup panjang, agar lebih mudah membacanya, tulisan mengenai jenis kerbau dan cara pemeliharaannya ini akan ditampilkan dalam beberapa tulisan.

1. Kerbau Anatolia
Kerbau Anatolia telah dipelihara di Turki selama ratusan tahun dan dibawa dari India pada abad ketujuh sejalan dengan penyebaran agama Islam.

Jumlah populasi: 110.000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, bulu panjang, dengan panjang ekor yang bervariasi dan rambut di ujung ekornya biasanya berwarna putih. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 138 cm, bobot badan 200-500 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 138 cm, bobot badan 200-500 kg.

Distribusi: Banyak terdapat di kawasan Laut Hitam, sebelah utara Anatolia Tengah, Thrace, Hatay, Mus, Kars, Dyarbakir, Afyon, dan Sivas.

Pemeliharaan: Di peternakan kerbau perah, perkandangan berbeda antar daerah. Kalau padang penggembalaan tersedia, tiga hingga lima ekor kerbau yang dimiliki keluarga petani dibawa ke padang penggembalaan dan dibiarkan merumput bersama kerbau-kerbau milik penduduk desa lainnya. Perkawinan dan kelahiran terjadi di padang rumput.

Biasanya di lantai bawah setiap rumah terdapat kandang tempat kerbau berlindung di musim dingin. Kandang ini tidak berjendela dan pintunya ditutup rapat. Kerbau muda tidak pernah dibawa keluar pada musim dingin karena cuaca yang sangat dingin.

Kerbau disembelih bersama dengan sapi. Pemerahan susu dilakukan dengan tangan kecuali di dua pusat penelitian yang sudah ada. Bobot rata-rata kerbau saat disembelih 300-350 kg setelah berumur 18-20 bulan. Hasil karkas kerbau Anatolia 53-55 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 400 g/hari.

Kinerja susu:
Lama laktasi 220-270 hari
Hasil susu 700-1000 kg
Lemak susu 6,6-8,1 persen
Protein susu 4,2-4,6 persen

Produk: keju agak keras yang dinamakan "peyaz peyneri" terbuat dari susu kerbau. Ayran adalah minuman campuran air dengan yoghurt kerbau. Kerbau dipelihara untuk diperah susunya sebagai sumber pendapatan yang tidak memerlukan biaya di daerah yang memiliki sumber pakan alami. Harga susu kerbau sedikit lebih mahal dibandingkan dengan harga susu sapi. Daging yang dihasilkan semuanya dijadikan sosis. Harga daging kerbau 10 persen lebih murah daripada harga daging sapi.
Sumber: Sekerden dkk., 1996a-b; Sekerden dkk., 2000, Borghese, 2005.

2. Kerbau Azeri atau Kerbau Kaukasia
Kerbau ini berasal dari lembah Indus (kerbau India). Kerbau ini sudah dipelihara di Lorestan (Iran) pada abad 9 SM terbukti dengan ditemukannya enam ukiran kepala kerbau pada tongkat perunggu dari masa ini.

Jumlah populasi: 600.000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, tanduk pendek mengarah ke belakang. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 137 cm, dan berat badan 400-600 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 133 cm, dan berat badan 400-600 kg.

Distribusi: Di Iran, kerbau Azeri atau kerbau Kaukasia terdapat di Azerbaijan Barat, Azerbaijan Timur dan daerah Laut Kaspia. Kerbau ini terdapat di semua daerah di Azerbaijan. Di Georgia dan Armenia, kerbau ini banyak terdapat sampai tahun 1940, tapi setelah itu populasinya jauh berkurang.

Pemeliharaan: Perkandangan berbeda antar daerah. Kerbau Azeri biasanya dilepas bebas pada musim panas dan dipaut pada musim dingin. Di sebagian daerah, kerbau betina yang sedang laktasi dipaut sepanjang tahun. Bobot rata-rata saat kerbau disembelih 300 kg setelah berumur 15 bulan. Hasil karkasnya 50 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 420 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 200-220 hari.
Produksi susu 200-1300 kg.
Lemak susu 6,6 persen.

Produk: Susu, yoghurt, krim segar, keju segar, mentega, es krim, puding nasi, yoghurt kocok, dadih kering, dan minyak samin. Di Iran, harga susu kerbau dua kali lebih tinggi daripada harga susu sapi. Kulit kerbau digunakan di industri kulit. Tahi kerbau digunakan untuk bahan bakar di daerah pedesaan.
Sumber: Latifova, 2000; Turabov, 1991; Turabov, 1997a-b; Naderfard dan Qanemi, 1997; Marmarian, 2000; Qanemi 1998; Borghese, 2005.

3. Kerbau Bangladesh
Jumlah populasi: 5000 ekor.

Deskripsi: Berwarna hitam, bercak putih di kening dan rambut di ujung ekor pada sebagian kerbau Bangladesh. Tanduk berpilin dan pendek. Kerbau Bangladesh yang termasuk jenis kerbau sungai terdapat di daerah Barat Daya Bangladesh. Di daerah-daerah lainnya di negara ini terdapat kerbau rawa atau persilangan dari trah kerbau eksotis, yaitu kerbau Nili-Ravi dan kerbau Murrah.
Sumber: Faruque, 2000.

4. Kerbau Bhadawar
Kerbau Bhadawar merupakan trah kerbau lokal yang lebih baik. Kerbau ini hasil seleksi dari berbagai trah kerbau India. Kerbau Bhadawar dianggap sebagai trah kerbau terbaik di negara bagian Uttar Pradesh.

Jumlah populasi: 30.000 ekor.

Deskripsi: Bulu berwarna coklat kemerahan, jarang, dan berwarna hitam di pangkalnya dan coklat kemerahan di ujungnya. Kadang-kadang bulunya coklat sempurna. Di lehernya terdapat lingkaran berwarna putih yang khas. Rambut di ujung ekor berwarna putih atau hitam-putih. Tanduknya pendek dan tumbuh ke belakang. Tinggi gumba kerbau jantan dewasa 128 cm, dan bobot badan 475 kg. Tinggi gumba kerbau betina dewasa 124 cm, dan berat badan 425 kg.

Distribusi: Kerbau Bhadawar banyak dipelihara di distrik Agra dan Etawa di negara bagian Uttar Pradesh dan di distrik Bhind dan Morena di negara bagian Madhya Pradesh.

Pemeliharaan: Kerbau biasanya dipelihara bersama dengan anaknya. Kerbau ini diperah susunya dua kali sehari. Kerbau Bhadawar diberi berbagai pakan berserat (jerami barley dan gandum, batang jagung, dan ampas tebu). Selain itu, kerbau Bhadawar juga diberi campuran konsentrat. Kalau ada padang rumput, kerbau ini dibiarkan merumput sepanjang hari. Kerbau jenis ini kawin secara alami. Sebagian peternak ada juga yang melakukan perkawinan buatan.

Karakteristik kinerja kerbau Bhadawari sebagaimana tercatat di Lembaga Penelitian Padang Rumput dan Pakan Hijauan India (Indian Grassland
and Fodder Research Institute, IGFRI), Pusat Penelitian Kerbau Jhansi (Jhansi Centre of the Network Project on Buffalo) adalah sebagai berikut (Sethi, 2003):
Bobot badan rata-rata 385,5 kg.
Umur beranak pertama 48,6�0,58 bulan.
Produksi susu pada masa laktasi pertama 305 hari atau kurang 711�25 kg.
Produksi susu pada seluruh masa laktasi 305 hari atau kurang 812�23 kg.
Total produksi susu pada seluruh masa laktasi 781�29 kg.
Lama seluruh masa laktasi 272�4 hari.
Kadar lemak rata-rata 7,2�0,4 sampai 13 persen.
Masa kering rata-rata 297�24 hari.
Masa kawin 179�10 hari.
Jarak beranak 478�11 hari.
Tingkat kematian anak rata-rata (umur 0-3 bulan) 12,15 persen.
Sumber: Alexiev, 1998; FAO, 2003; Sethi, 2003.

5. Kerbau Murrah Bulgaria
Dari tahun 1962 sampai 1990, kerbau Murrah dari India diekspor ke Bulgaria, dan populasi kerbau baru dihasilkan dengan meningkatkan kinerja kerbau lokal.

Jumlah populasi: 14.000 ekor.
Populasi kerbau di Bulgaria jauh berkurang sejak Perang Dunia Kedua sejalan dengan masuknya sapi Holstein dan terjadinya mekanisasi pertanian. Selanjutnya, setelah tahun 1989, swastanisasi menyebabkan koperasi peternakan kerbau gulung tikar. Sektor peternakan swasta terdiri dari usaha-usaha peternakan kecil yang menyulitkan usaha seleksi dan pencatatan ternak kerbau.

Deskripsi: Kerbau Murrah Bulgaria berwarna hitam atau hitam-coklat atau kelabu tua. Bobot badan kerbau jantan dewasa 700 kg. Berat badan kerbau betina dewasa 600 kg.

Distribusi: Seluruh Bulgaria, Rumania dan Amerika Selatan.

Pemeliharaan: Kerbau biasanya dipelihara bersama anaknya. Kerbau Murrah Bulgaria diperah susunya dua kali sehari. Sebagian peternak sekarang sudah menggunakan mesin pemerah susu. Selama musim dingin, kerbau ini ditempatkan di kandang dan diberi pakan berbagai jenis pakan berserat: jerami barley dan gandum dan batang jagung. Selain itu, kerbau ini juga diberi campuran konsentrat, yang kadang-kadang dicampur dengan bubur ubi bit.

Selama musim panas, Kerbau Murrah Bulgaria merumput sepanjang hari di rawa-rawa, dan kerbau kembali ke kandangnya pada malam hari. Kerbau ini umumnya kawin secara alami. Sebagian peternak juga melakukan perkawinan buatan. Di peternakan kerbau milik negara (200-400 kerbau), kerbau dipelihara menurut kondisinya: kerbau dara, kerbau laktasi, kerbau bunting, dan kerbau tak laktasi. Kerbau yang sedang laktasi ditempatkan di kandang tertutup dan dipaut.

Selama musim dingin, kerbau ini dibiarkan keluar beberapa jam di dalam kandang terbuka, dan di musim panas kerbau ini dibiarkan merumput. Kerbau ini selalu diberi campuran konsentrat di samping pemberian pakan berserat. Perkawinan buatan dilakukan pada semua kerbau.

Bobot rata-rata saat disembelih 400 kg setelah berumur 16 bulan. Hasil karkas kerbau ini 50,4 persen. Tingkat pertumbuhan rata-rata 750 g/hari.

Kinerja susu:
Masa laktasi 270-305 hari.
Produksi susu 1800 kg.
Kadar lemak susu 7,04 persen.

Produk: Yoghurt dan hasil sampingan susu. Produk daging olahan sangat penting: segala jenis salami dan sosis, Pastarma, lukanska dan sosis pipih.
Sumber: Peeva dkk., 1991; Peeva, 1996; Alexiev, 1998.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
Bianca Moioli dan Antonio Borghese
Instituto Sperimentale per la Zootecnia
(Lembaga Penelitian Produksi Ternak)
Via Salaria 31, 00016 Monterotondo (Rome), Italy
ftp://ftp.fao.org/docrep/fao/010/ah847e/ah847e01.pdf

Manfaat Peternakan Kerbau

0 komentar
Dari semua hewan ternak, kerbau Asia paling menjanjikan dan potensial untuk diternakkan. Kerbau sangat kurang diperhatikan di berbagai negara sampai tahun 1974, ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization, FAO) pertama kali menetapkan kerbau sebagai hewan yang paling telantar. Setelah itu, FAO sangat mendukung pengembangan peternakan kerbau dengan memberikan contoh dan inspirasi kepada berbagai organisasi nasional dan internasional dalam pengembangan peternakan kerbau.

Namun demikian, masih banyak pengetahuan dan pemikiran mengenai peternakan kerbau yang terpendam dan tak terpublikasikan. Apa yang oleh Peter Curtis disebut sindrom "kegagalan publikasi" ini menghambat penyebaran pengetahuan dan teknologi perkerbauan.

Kerbau Perah
Produksi susu kerbau di kawasan Asia-Pasifik lebih dari 45 juta ton per tahun, dan 30 juta ton di antaranya dihasilkan di India. Dengan pembiakan selektif, perbaikan manajemen dan pengembangan lebih banyak kerbau perah, produksi susu terus meningkat di seluruh dunia. Produksi susu per ekor kerbau betina sebanyak 3.000 liter per periode laktasi, yang dianggap sebagai tingkat produksi luar biasa 30 tahun lalu, sekarang merupakan hal yang lumrah. Banyak kerbau yang mampu menghasilkan 4.000 liter susu per periode laktasi 300 hari. Dan sebagian kerbau ada yang mampu menghasilkan 5.000 liter susu. Dengan demikian, peningkatan produksi susu kerbau bukan merupakan hal yang mustahil.

Kerbau Murrah, yang tingkat produksi susunya tinggi, merupakan Holstein-Friesia di dunia perkerbauan. Kerbau Murrah dan trah kerbau sungai lainnya bisa saja mampu melampaui tingkat produksi susu sapi perah terbaik (Catatan: produksi susu sapi Holstein Friesia berkisar 7000-8000 liter per periode laktasi). Susu kerbau mengandung dua kali lebih banyak lemak susu dibandingkan dengan susu sapi. Untuk mempertahankan kadar lemak susu pada susu kerbau ini tidak diperlukan pakan konsentrat. Kalau kerbau diberi pakan konsentrat, kadar lemak susu ini meningkat. Kalau kerbau diberi pakan konsentrat secara bebas, kadar lemak susu ini bisa lebih dari 15 persen. Kalau diberi pakan konsentrat lebih banyak lagi, kadar lemak susu ini bisa lebih tinggi lagi. Sebenarnya, kerbau melepaskan lemak yang tak diperlukan ke dalam susunya dan menyimpan hanya sedikit lemak pada jaringan tubuhnya.

Kerbau Pekerja
Kerbau merupakan hewan bertenaga besar dan hemat biaya. Kerbau merupakan hewan yang paling serbaguna dibandingkan dengan semua hewan pekerja lainnya karena beragamnya pekerjaan yang dapat dilakukannya. Semua trah kerbau mampu menghasilkan susu dan daging. Namun demikian, sebagian besar kerbau sekarang digunakan sebagai kerbau pekerja daripada sebagai kerbau perah atau kerbau pedaging. Dari segi ekonomi, kerbau merupakan hewan yang produktif dan efisien, terutama di negara-negara agraris di mana terdapat banyak tenaga kerja dan sedikit motivasi untuk melakukan mekanisasi pertanian.

Kerbau Pedaging
Penelitian dan percobaan belakangan ini telah membuktikan bahwa kalau kerbau diberi pakan yang memadai dan dipelihara untuk disembelih pada usia muda (setelah mencapai bobot hidup 350 sampai 450 kg), akan diperoleh daging yang enak dan bermutu tinggi dengan biaya relatif murah. Karkas kerbau mengandung lebih sedikit lemak, lebih sedikit tulang dan proporsi otot yang lebih besar dibandingkan dengan karkas sapi. Selain itu, karkas kerbau tidak perlu digantung di ruang pendingin yang mahal selama jangka waktu tertentu untuk menjamin "ketermakanan" dagingnya.

Kerbau sangat terkenal dengan kemampuan konversi pakannya, tapi kita belum tahu bagaimana, atau mengapa, atau apakah kemampuan tersebut dapat lebih ditingkatkan. Kerbau muda mampu mencapai pertambahan bobot harian 800 gram tanpa pakan tambahan. Begitu pula, kekuatan kerbau pekerja dewasa tidak dihasilkan dari kadar gizi pakan yang tinggi. Perkawinan silang berkelanjutan antara dua trah kerbau asli India telah menghasilkan trah kerbau Nili-Ravi. Misalnya, kita bisa berusaha mendapatkan perpaduan keunggulan pada kerbau Surti yang cantik dan kerbau Mediterania, atau pada kerbau Murrah dan kerbau Mehsana, atau kerbau Kundi dan kerbau Surti. Di pasar internasional banyak diperdagangkan kerbau pedaging dan semen beku kerbau. Kemungkinan pelonggaran peraturan karantina yang ketat sekarang ini merupakan perkembangan penting yang akan merangsang penelitian reproduksi kerbau dan mendorong gerakan internasional plasma nutfah kerbau.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
http://www.indiadairy.com/info_buffalo_milk.html

Pengertian Pupuk Organik

0 komentar
Pupuk Organik, bagi petani kata itu sudah sangat akrab dan sudah merasakan manfaatnya. Namun pengertian dari Pupuk Organik masih sangat awam bagi sebagian petani. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.  Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.  Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

atau bisa disimpulkan secara singkat adalah

Pupuk yang sebagian atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari sisa tanaman dan atau kotoran hewan, yang telah melalui proses, rekayasa, berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai haa tanaman, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Penggemukan Domba

0 komentar
Penggemukan adalah usaha pemeliharaan ternak dengan cara mengandangkannya selama periode tertentu untuk mempercepat dan meningkatkan produksi daging. Usaha ternak domba pasarnya masih terbuka luas karena dagingnya mempunyai cita rasa khas dan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
 

Yang harus diperhatikan dalam usaha penggemukan :

  • Pemilihan bibit (bakalan)
  • Pemberian pakan
  • Perkandangan
  • Manajemen pemeliharaan 
informasi selengkapnya : http://jateng.litbang.deptan.go.id

Model Kandang Baterai

3 komentar
Kandang Panggung
Saat ini Praja Mandiri sedang membangun Kandang Baterai atau yang lebih dikenal dengan kandang panggung yang dapat menampung kurang lebih 200 ekor domba. Pembangunan kandang ini sudah mencapai 75%, nantinya kandang ini akan digunakan sebagai tempat penggemukan dan pembibitan domba. Kandang yang berlokasi di dusun Temanggungan desa Purwodadi nantinya sebagai pusat kegiatan dari Praja Mandiri, saat ini Praja Mandiri mempunyai 24 anggota. 


Dengan model kandang baterai atau kandang panggung diharapkan pertumbuhan domba lebih baik, tidak mudah terserang penyakit dan tentunya akan lebih bersih dibandingkan dengan kandang tradisional atau bukan kandang panggung. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa anggota Praja Mandiri yang memilihara domba di rumah masing-masing. Produksi domba lebih baik dibandingkan sebelum menggunakan kandang panggung.


Diharapkan dengan dibangunya kandang dengan model baterai atau panggung ini dapat memotivasi masyarakat desa Purwodadi untuk beralih dari kandang tradisional ke kandang baterai atau panggung. Memang tidak mudah untuk dapat merubah pola pikir yang sudah turun temurun. Para Anggota Praja Mandiri tetap optimis suatu saat nanti cita-cita pasti akan terwujud.




Apa itu FERMENTASI ?

0 komentar
Mungkin banyak diantara kita yang belum tahu makna dari FERMENTASI, padahal setiap hari kata-kata itu sering diucapkan dan sudah menjadi perbendaharaan kata, bagi orang akademik atau perkotaan kata itu sudah tak asing lagi, namun bagi orang awam seperti masyarakat desa kata-kata itu sangat asing dan ngak tahu maknanya yang penting dapat mengucapkan.

Melalui posting ini mari kita kaji apa makna sebenarnya dari FERMENTASI. setelah cari sana kemari kahirnya dapat makna FERMENTASI dari situs Wikipedia.
 

FERMENTASI adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.

Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia

C6H12O6 ? 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

Dijabarkan sebagai

Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) ? Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

==============Semoga Bermanfaat============

Kambing Sirohi

0 komentar

Dari aspek sosial, kambing telah memberikan jaminan penghasilan bagi para petani kecil kelas bawah, dan terutama para pekerja yang tak punya lahan.

Kambing merupakan ternak berukuran sedang dan makan berbagai macam rumput, gulma, dan semak dan limbah dapur serta menghasilkan susu lebih banyak dengan biaya pakan lebih murah dibandingkan dengan sapi.

Galur kambing yang ternama seperti kambing Jamnapari, kambing Barbari, kambing Beetal, kambing Jakarana, kambing Marwari, dan kambing Benggala Hitam digunakan untuk menghasilkan susu dan daging serta meningkatkan kinerja kambing-kambing tak-unggul di India.

Galur kambing lainnya yang terkenal di India dinamakan kambing Sirohi, yang namanya berasal dari distrik Sirohi di Rajasthan.

Galur kambing Sirohi juga dikenal dengan nama lain seperti Devgarhi, Parbatsari, dan Ajmeri.

Kambing Dwi-guna
Menurut Prof. R.K. Nagda, direktur Livestock Research Station (LRS, Pusat Penelitian Ternak), Universitas Pertanian dan Teknologi Maharana Pratap, Udaipur, Rajasthan, kambing Sirohi merupakan kambing dwi-guna, yaitu kambing yang dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging.

Menurut beliau, kambing Sirohi sangat terkenal dengan pertambahan bobot badannya dan produksi susu yang banyak meskipun dalam kondisi pemeliharaan bermutu rendah.

Kambing Sirohi tahan terhadap berbagai penyakit utama ternak kambing dan mudah menyesuaikan diri dengan kondisi iklim yang berbeda.

Tersebar Luas

Meskipun daerah asal utama kambing Sirohi terletak di perbukitan Aravalli di Rajasthan, kambing Sirohi juga tersebar luas di beberapa negara bagian India lainnya.

Menurut Prof. Nagda, warna bulu kambing Sirohi bervariasi dari coklat muda sampai coklat tua dan kadang-kadang disertai bercak-bercak coklat muda pada badannya. Telinga kambing Sirohi besar dan menggantung. Ekor kambing Sirohi kecil dan melengkung ke atas.

Kambing Sirohi jantan lebih berat dibandingkan dengan kambing Sirohi betina. Kambing Sirohi yang badannya berbentuk kerucut lebih disukai untuk produksi susu, dan kambing Sirohi yang badannya berbentuk silinder lebih disukai untuk produksi daging.

Kambing Sirohi bisa diberi makan di kandang dan bisa juga dilepas ke padang rumput. Kambing Sirohi yang dipelihara di dalam kandang sebaiknya diberi pakan sekitar 3 � 5 kg pakan hijauan setiap hari.

Selain itu, kambing Sirohi harus diberi pakan campuran konsentrat berupa barley dan channa gram ditambah 2 persen campuran mineral dan 1 persen garam dapur.

Kambing Sirohi betina biasanya mulai birahi saat berumur setahun. Perbandingan kambing Sirohi jantan dan betina untuk tujuan pembiakan adalah satu ekor kambing Sirohi jantan untuk 30 ekor kambing Sirohi betina. Kambing Sirohi betina dapat dikawinkan dua kali setahun.

Beranak Banyak
Biasanya, kambing Sirohi jantan dapat melayani 30 hingga 35 kambing Sirohi betina selama satu musim kawin.
Menurut Prof. Nagda, para peternak harus memberikan sekitar 300 gram campuran barley dan channa dhal agar melahirkan lebih banyak anak kambing Sirohi sehat dalam satu kelahiran. Ini dinamakan penggelontoran pakan bergizi tinggi (flushing).

Masa kebuntingan biasanya berlangsung sekitar 150 hari. Lima belas hari sebelum melahirkan, kambing Sirohi betina yang sedang bunting sebaiknya ditempatkan di kandang terpisah dan diberi alas jerami dan disediakan air bersih.

Apabila terjadi kesulitan dalam melahirkan anaknya, bantuan dokter hewan harus segera diberikan. Menurut Prof. Nagda, sekitar 30 � 40 persen kambing Sirohi betina melahirkan anak kembar dua atau tiga. Anak kambing Sirohi biasanya disapih setelah berumur 3 atau 4 bulan. Kambing Sirohi betina diperah dua kali sehari, dan kambing Sirohi betina yang baru pertama kali melahirkan dapat menghasilkan 2 sampai 3 liter susu per hari.

Kambing Tangguh
Meskipun kambing Sirohi ini tangguh dan tahan terhadap berbagai penyakit dan infeksi yang sering dialami ternak kambing, para peternak dianjurkan memberi obat cacing dan vaksin secara berkala kepada kambing Sirohinya untuk mencegah enterotoksaemia dan infeksi mulut dan kuku.

Rujukan:

Jamnapari: Galur Kambing Perah di India

0 komentar

Kambing Jamnapari (disebut juga kambing Jamunapari, atau terkenal dengan nama kambing Etawa di Indonesia) merupakan salah satu nenek moyang kambing Nubia Amerika. Kambing Nubia ini berasal dari perkawinan silang kambing Jamnapari dari India dan kambing Zaraibi Mesir dengan kambing asli Inggris, setelah kambing ini tiba di Inggris dibawa kapal dagang sebagai bagian dari setiap kargo. Perkawinan silang ini menghasilkan galur kambing Anglo-Nubia.

Selain menjadi nenek moyang kambing Anglo-Nubia (atau kambing Nubia), kambing Jamnapari juga merupakan nenek moyang kambing Etawa atau Peranakan Etawa (PE) di Indonesia. Kambing Jamnapari mulai masuk Indonesia pada tahun 1925 ketika pemerintah kolonial Belanda mulai melakukan importasi kambing unggul ini untuk meningkatkan kinerja kambing lokal melalui perkawinan silang dengan kambing Kacang.

Kambing Jamnapari dikenal sebagai kambing perah terbaik di India. Kambing Jamnapari juga merupakan galur kambing berbadan paling tinggi dan biasanya dikenal sebagai kambing Pari di daerah asalnya karena penampilannya yang gagah. Daerah asal kambing ini dan habitat alaminya adalah daerah Chakarnagar di distrik Etawah di negara bagian Uttar Pradesh, di sepanjang delta sungai Jamuna dan Chambal, dan distrik Bhind di negara bagian Madhya Pradesh di sepanjang sungai Kwari, di sebelah timur New Dehli dan tidak jauh dari Taj Mahal yang terkenal di Agra. Kambing Jamnapari beradaptasi dengan baik dengan jurang-jurang khas di daerah ini dan tumbuhan semak dan belukarnya yang lebat. Kambing Jamnapari nampaknya telah berevolusi khusus di lingkungan ini, karena secara alami galur kambing ini tidak terdapat di daerah-daerah sekitarnya di luar daerah asalnya.

Habitat
Daerah asal kambing Jamnapari terletak di antara 26,8 derajat lintang utara dan 79,3 derajat bujur timur. Daerah Chakarnagar terletak 24 mil di sebelah tenggara kota Etawah di sepanjang sungai Jamuna di daerah seluas 34 hektar. Karena keadaan tanahnya mengalami erosi parah, permukaan tanah di daerah ini bergelombang tidak merata, membentuk ngarai-ngarai dan jurang-jurang dengan kedalaman 3 hingga 46 meter. Pada musim panas cuacanya kering dan panas dengan temperatur mencapai 66� C. Pada musim dingin, temperaturnya turun hingga 14 sampai 16� C.

Curah hujan per tahun sekitar 456 cm3, yang tersebar selama musim hujan. Ngarai dan jurang tertutup semak lebat dan tumbuhan pohon tahan kering, terutama mesquite (Prosopis juliflora), plum (Ziziphus jujuba), babul (Acacia nilotica), conkra (Prosopis spicigera), dan hingota (Balanites aegyptica). Tanaman pepadian utama adalah arhar yang eksotis (Cassia cacjam), gram (Cassia erientinum) dan bajara (Pennisetum aegypticum), dan tergantung pada hujan karena tidak ada sarana irigasi di daerah ini.

Anatomi
Kambing Jamnapari berbulu putih dan pendek kecuali di bagian paha dan kaki belakangnya yang berbulu panjang. Ciri utama galur kambing Jamnapari adalah hidungnya yang sangat cembung dan telinganya yang panjang menggantung. Lehernya panjang, berotot dan tegak. Pinggangnya kuat tapi biasanya melengkung; ekornya pendek dan biasanya melengkung ke atas.

Panjang telinga sekitar 20 cm pada anak kambing Jamnapari berumur tiga sampai enam bulan, yang tumbuh hingga 31 cm pada kambing Jamnapari dewasa. Tanduk mengarah ke belakang dan panjangnya sekitar 23 cm pada kambing Jamnapari dewasa. Ambingnya cukup besar dibandingkan dengan kambing �perah� Asia lainnya, tapi menggantung. Putingnya mudah diperah dengan tangan dan panjangnya 15 cm.

Meskipun panjang telinga kambing Jamnapari dewasa sekitar 31 cm, wajah dan mulutnya lebih pendek sekitar 5 hingga 8 cm daripada telinganya, sehingga menyebabkan perbandingan kritis dan merugikan 1:4 antara panjang telinga dengan panjang wajah. Hal ini menyebabkan telinga kambing Jamnapari menyentuh tanah atau menghambat mulutnya saat berusaha merumput atau makan. Selain itu, matanya juga bisa tertutup oleh telinganya yang panjang. Karena itu, kambing Jamnapari berevolusi sehingga lebih suka mencari makan dengan meramban semak-semak, dedaunan pohon dan pucuk rerumputan daripada merumput di tanah, yang membuat galur kambing ini rentan terhadap perubahan lingkungan.

Kebiasaan Makan
Pada musim dingin, kambing Jamnapari menggunakan sekitar 94% waktunya untuk meramban dengan lahap, tapi hanya memanfaatkan 55% waktunya untuk meramban pada musim panas dan kemudian meramban perlahan. Kalau tidak ada tumbuhan atas, yang menjadi pilihan utama kambing ini, kambing Jamnapari mencari tumbuhan tengah yang lebih disukai daripada tumbuhan bawah.

Hidungnya yang sangat cembung membuat rahang dan bibir atas kebanyakan kambing Jamnapari lebih pendek daripada rahang bawah, keadaan yang dinamakan �rahang atas pendek� atau brakignatia, yang merupakan ciri gen resesif. Ini nampaknya merupakan faktor penyebab kebiasaan kambing Jamnapari yang lebih suka meramban daripada merumput dibandingkan dengan hewan ruminansia lain karena bibir dan rahang bawah kambing Jamnapari lebih dulu menyentuh tanah tanpa bibir dan rahang atas yang membuat kambing Jamnapari kesulitan untuk menggigit dan merenggut rumput. Akibat terjadinya penggundulan hutan dan reklamasi tanah, daerah asal mula kambing Jamnapari dengan tumbuhan semaknya yang lebat ini sekarang sudah jauh berubah sehingga kambing Jamnapari kesulitan meramban, dan dengan demikian mengancam keberadaan galur kambing Jamnapari.

Manajemen Perkandangan
Kambing Jamnapari biasanya dipelihara dengan sistem manajamen ekstensif, yaitu kambing mencari pakan hijauan selama tujuh hingga dua belas jam di kawasan jeram Chakarnagar pada musim yang berbeda. Para peternak kambing Jamnapari lebih suka memelihara kambing dalam jumlah kecil karena keterbatasan lahan peternakan mereka. Jumlah populasi kambing Jamnapari maksimal 16 ekor kambing Jamnapari dewasa dengan jumlah anak yang bervariasi. Sebagian kambing Jamnapari dewasa dijual sewaktu-waktu. Umumnya, peternak membuat kandang untuk kambing Jamnapari berupa kandang kecil sederhana berukuran sekitar 4 x 2,5 meter persegi dengan struktur tiang kayu, atap daun lalang, dan dinding kayu semak berduri.

Kadang-kadang struktur kandang ini berupa tanah liat atau bata tergantung status ekonomi peternaknya, dan struktur kandang ini diubah setiap musim agar sesuai dengan cuaca saat itu. Kandang kambing Jamnapari ini dinamakan �bangla�, yang dikelilingi pagar berupa tonggak dan batang kayu serta kayu semak berduri. Kalau sedang tidak mencari pakan hijauan, kambing Jamnapari ditempatkan di kandang terbuka tanpa dipaut atau dipaut pada musim panas, dan peternak mengawasi kambing mereka agar tidak diserang binatang liar.

Pada musim hujan, kambing Jamnapari dipaut di dalam kandang tertutup. Pada musim dingin, kandang kambing Jamnapari ditutup rapat dengan kayu-kayu semak berduri dan lembaran-lembaran rumput untuk melindungi kambing Jamnapari dari udara yang sangat dingin. Peternak juga menghidupkan api agar kandang tetap hangat dan untuk mengusir binatang liar. Anak-anak kambing Jamnapari dikandangkan terpisah dari kambing Jamnapari dewasa. Kambing Jamnapari pejantan ditempatkan di kandang bata dengan pemeliharaan khusus dan biasanya dipaut.

Manajemen Pakan
Kambing Jamnapari mencari pakan hijauan di kawasan jeram Chakarnagar pada siang hari selama 7-12 jam, tergantung musim. Campuran konsentrat dan biji-bijian diberikan di pagi hari sebelum kambing Jamnapari dikeluarkan untuk meramban. Kambing Jamnapari betina yang sedang bunting dan kambing Jamnapari yang dipelihara untuk tujuan kontes diberi pakan khusus yang terdiri dari bajra (Pennisetum americanum), barley, jowar (Sorghum bicolor) dan gandum utuh atau gandum giling. Anak kambing Jamnapari dibiarkan menyusu pada induknya sampai umum tiga bulan. Sebelum menyusui atau diperah, kambing Jamnapari betina diberi bajra rebus atau roti masak. Selain campuran konsentrat, kulit bajra basah atau kering, rajma (sejenis leguminosa) mentah, kairy (Prosopis cinerarea) dan dedaunan pohon juga diberikan kepada kambing Jamnapari.

Pertumbuhan Badan
Kambing Jamnapari betina berbobot sekitar 3 kg saat lahir, 14 kg saat berusia enam bulan, dan 30 kg saat berusia 12 bulan. Anak kambing Jamnapari jantan bobotnya jauh lebih berat. Tingkat pertumbuhannya rata-rata sekitar 1 kg per minggu sampai usia tiga bulan, dan sekitar 1 kg per 10 hari setelah itu. Kambing Jamnapari jantan dapat mencapai bobot sekitar 36 kg pada usia 12 bulan dengan sistem pemberian pakan yang baik.

Produksi Susu
Catatan produksi susu selama 30, 60, 90, dan 120 hari laktasi dilaporkan rata-rata 32, 68, 91, dan 123 kg susu. Kambing Jamnapari dapat menghasilkan 3,6 kg susu per hari dan produksi susu rata-rata per hari 1 kg per hari. Produksi susu terus meningkat sampai akhir jangka waktu laktasi dua bulan dan kemudian mulai menurun selama jangka waktu laktasi rata-rata 260 hari.

Kambing Jamnapari betina beranak kembar biasanya menghasilkan lebih banyak susu daripada kambing Jamnapari betina beranak tunggal. Penelitian komposisi susu menyimpulkan kandungan protein total rata-rata 2,9% (dengan kisaran 2,4 � 3,2) pada awal masa laktasi, 3,2% (dengan kisaran 2,3 � 3,9) pada pertengahan masa laktasi dan 3,8% (dengan kisaran 3,1 � 4,3) pada akhir masa laktasi (Singh dan Singh, 1980a), dengan persentase kasein rata-rata 82% pada awal masa laktasi, 79% pada pertengahan masa laktasi, dan 77% pada akhir masa laktasi. Kasein susu ini mengandung rata-rata 26% alfa-kasein, 61% beta-kasein dan 13% gama-kasein (Singh dan Singh 1980b).

Reproduksi
Tingkat kebuntingan kambing Jamnapari relatif tinggi, yaitu 88%, jumlah rata-rata anak sekelahiran 1,6 ekor, kemungkinan kelahiran kembar 52%, dan kelahiran kembar tiga dan kembar empat sering terjadi. Usia kebuntingan pertama kambing Jamnapari sekitar 18 bulan, melahirkan pertama pada usia 23 bulan, dan jarak waktu antar-kelahiran sekitar 11 bulan.

Kriteria Seleksi Pejantan
Pemilihan kambing Jamnapari jantan untuk tujuan pembiakan oleh peternak didasarkan pada kriteria tertentu yang sangat ketat dan menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka secara cermat. Silsilah kambing Jamnapari jantan merupakan faktor pertimbangan penting sebelum pembelian dilakukan. Warna badan kambing Jamnapari jantan harus putih sempurna dan tidak boleh ada toleransi dalam hal ini. Kambing Jamnapari jantan harus keturunan dari kambing Jamnapari betina dengan produksi susu tinggi dan sudah tua. Kambing Jamnapari jantan keturunan kambing Jamnapari betina yang baru sekali atau dua kali melahirkan tidak akan dipertimbangkan untuk dijadikan pejantan.

Tanduk kambing Jamnapari jantan tidak boleh lurus tapi melengkung ke atas; kambing Jamnapari jantan yang tanduknya melengkung ke bawah tidak akan dijadikan pejantan. Testes kambing Jamnapari jantan harus bulat dan kecil. Bulu badan kambing Jamnapari jantan harus pendek dan mengkilap, tapi bulu pada bagiah paha dan kaki belakang harus panjang. Tidak boleh ada warna hitam pada hidung atau kepala. Wajah kambing Jamnapari jantan harus jelas cembung dan berhidung Romawi (mancung). Kambing Jamnapari jantan harus berjanggut.

Permasalahan
Para peternak menghadapi banyak masalah dalam memelihara kambing Jamnapari. Pertumbuhan tumbuhan semak bilati babool (Prosopis juliflora) yang tidak seimbang sebagai sumber pakan rambanan mungkin berperan menyebabkan penurunan produksi kambing Jamnapari hingga 50%. Masalah lainnya adalah kurangnya bantuan petugas peternakan, jarangnya pembelian kambing baru, gangguan oleh polisi dan departemen kehutanan, kurangnya pekerja, serangan binatang liar, dan kurangnya pakan hijauan pada musim tertentu.

Rujukan:
Dairy Goat Journal (Jurnal Kambing Perah)
http://www.dairygoatjournal.com/issues/82/82-3/PK_Rout.html

Wageningen Universiteit, The Netherland (Universitas Wageningen, Belanda)
http://library.wur.nl/wda/dissertations/dis3931.pdf

Pembelajaran Pembuatan Pakan Ternak

0 komentar


FERMENTASI Solusi Mudah Pakan Ternak

0 komentar
Ternak lokal atau asli Indonesia merupakan salah satu kekayaan nasional yang tidak kecil artinya, baik dilihat dari segi sumber pendapatan, sumber protein hewani yang murah dan mudah, maupun sebagai sumber tenaga kerja. Banyak diantara ternak lokal atau asli Indonesia yang perkembangannya tidak terlalu menggembirakan, bahkan bila tidak segera ditangani dikhawatirkan mengalami kepunahan. Upaya untuk mempertahankan kelestarian dan kemurnian ternak asli perlu ditangani, karena dalam jenis ternak asli mungkin terkandung gen-gen yang belum tentu dimiliki oleh jenis-jenis ternak impor.

Salah satu di antara plasma nutfah hewani yang perlu dipertahankan eksistensinya adalah ternak domba. Disamping sebagai penghasil daging, kulit, susu, wol, dapat juga dipakai sebagai bahan penelitian atau sebagai bahan rakitan untuk menciptakan kultivar-kultivar (bangsa-bangsa) unggul baru.
Pada awal sebelum terjadinya proses domestikasi, domba masih hidup liar di pegunungan. Perburuan hanya dilakukan untuk mendapatkan daging guna pemenuhan hidup sesaat. Pemeliharaan ternak dimulai ketika manusia merasa perlu mempunyai cadangan daging setiap saat diperlukan, sehingga dimulailah pemeliharaan ternak domba yang merupakan awal dari proses domestikasi. Bangsa domba yang dipelihara sekarang ini adalah domba tipe perah, pedaging, dan penghasil wol.

Tidak diketahui secara pasti, kapan domba mulai dipelihara di Indonesia, akan tetapi dengan adanya relief domba di Candi Borobudur (circa 800 SM), menandakan bahwa domba sudah dikenal masyarakat sekitarnya pada saat itu (Ryder, 1983). Domba yang sekarang menyebar di seluruh dunia ini sesungguhnya berasal dari daerah pegunungan Asia Tengah, dimana sebagian menyebar ke arah Barat dan Selatan sehingga dikenal sebagai kelompok urial dan yang lainnya menyebar ke Timur dan Utara yang dikenal sebagai kelompok argali. Terdapat tiga macam domba berdasarkan asalnya (bagian Barat dan Selatan Asia), yaitu Ovis musimon, Ovis ammon, dan Ovis orientalis. Sebelum terjadinya pemisahan daratan antara kepulauan Indonesia dan jazirah Melayu, maka domba yang ada di kawasan tersebut boleh jadi menyebar dari kawasan Asia Tengah (sekarang daerah Tibet, Mongolia), kemudian ke daerah Kamboja, Thailand, Malaysia dan kawasan Barat Indonesia seperti Sumatera yang pada saat itu masih bersatu dengan Malaysia. Hal tersebut terbukti dari jenis domba yang dijumpai di kawasan tersebut adalah dari jenis ekor tipis dengan penutup tubuh berupa rambut.

Pada masa kolonial Belanda, berbagai importasi ternak dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, diantaranya adalah kambing dan domba, terutama ke pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan pada saat itu dan Sumatera Barat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas domba lokal yang ada (Merkens dan Soemirat, 1926). Selain itu, kedatangan pedagang Arab ke Wilayah Nusantara memberikan kontribusi pada keragaman jenis ternak domba yang ada, yaitu dengan membawa domba ekor gemuk ke propinsi Sulawesi Selatan dan Pulau Madura. Demikian pula setelah masa kemerdekaan, dapat dilihat dari banyaknya importasi jenis domba pada masa Orde Baru dengan tujuan utama meningkatkan produktivitas ternak domba lokal. Bisa disebut antara lain domba yang berasal dari daerah bermusim empat seperti Merino, Suffolk, Dorset, Texel (Natasasmita dkk., 1979), maupun domba dari daerah tropis dengan penutup tubuh berupa rambut, seperti domba St. Croix dan Barbados Blackbelly (Subandryo dkk., 1998).
Dengan perkembangan Iptek pada masa sekarang ini perkembangan serta peningkatan kualitas hewan ternak sudah sering dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Penggemukan dan Pembibitan Domba di Desa Purwodadi

0 komentar
Beternak Domba, merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Pertama, karena beternak Domba tidak memerlukan lahan yang luas. Kedua, Domba memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan. Ketiga, untuk berkembang biak kambing tidak memerlukan waktu yang lama. Keempat, bahan pangan kambing tidak mahal harganya karena dapat memanfaatkan limbah pertanian. Dapat dicatat bahwa kambing merupakan sumber protein yang bernilai gizi tinggi.

Beternak Domba, merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Pertama, karena beternak Domba tidak memerlukan lahan yang luas. Kedua, kambing memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan. Ketiga, untuk berkembang biak kambing tidak memerlukan waktu yang lama. Keempat, bahan pangan Domba tidak mahal harganya karena dapat memanfaatkan limbah pertanian. Dapat dicatat bahwa kambing merupakan sumber protein yang bernilai gizi tinggi.

Pangsa pasar Domba tergolong baik, karena kambing disamping sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sumber pangan dan gizi juga peluang ekspornya masih terbuka. Menurut Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian, Indonesia mempunyai peluang untuk mengekspor Domba 3 juta ekor setiap tahunnya ke Malaysia dan Timur Tengah. Peluang pasar untuk ternak kambing yang begitu besar telah mendorong masyarakat di desa Purwodadi Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung Jawa Tengah untuk beternak kambing. Melalui usaha ini diharapkan dapat ditingkatkan pendapatan masyarakat dan perbaikan ekonomi masyarakat.

Blog Archive

About