Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Usaha Bagi Hasil Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha Bagi Hasil Peternakan. Tampilkan semua postingan

Peluang Investasi Usaha Bagi Hasil Peternakan Sapi Bali

0 komentar
Kalau dibandingkan dengan besarnya sapi Simental, ukuran sapi Bali mungkin kurang dari setengahnya. Sapi Bali jantan mampu mencapai bobot hidup 350 hingga 450 kg, sedangkan sapi Simental jantan bobot hidupnya bisa mencapai 800 kg hingga lebih dari 1 ton.

Namun demikian, sebagai trah sapi asli Indonesia, sapi Bali memiliki dua keunggulan utama: 1) tingkat kesuburan yang tinggi dan 2) kecocokan dengan iklim tropis Indonesia.

Dengan dua keunggulan tersebut serta karakteristik badannya yang padat berisi, sapi Bali menjadi pilihan utama bagi para peternak sapi pedaging bermodal terbatas karena harga bibitnya yang jauh lebih murah daripada sapi Simental.

Karena itu, melalui tulisan ini saya mengundang siapa saja yang memiliki dana minimal Rp2 juta untuk ikut serta menanamkan modal dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Bali.

Berbeda dengan peternakan sapi Simental yang berlokasi di desa Sungai Bangek, kelurahan Balai Gadang, kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, peternakan sapi Bali ini akan berlokasi di desa Batu Ampar, kecamatan Kedurang, Bengkulu Selatan.

Saat ini harga sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting berkisar Rp7 hingga Rp8 juta. Namun demikian, saya menetapkan nilai investasi per ekor sapi Bali betina siap kawin atau bunting adalah Rp8 juta.

Sama dengan usaha peternakan sapi Simental, tersedia dua pola investasi dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini: perorangan dan gotong royong. Dengan pola investasi perorangan, satu orang investor menyediakan dana Rp8 juta untuk pembelian satu ekor sapi Bali betina siap kawin atau sudah bunting. Pada pola investasi gotong royong, beberapa orang investor secara bersama-sama menyediakan dana sesuai kemampuannya (minimal Rp2 juta) sehingga tercapai jumlah Rp8 juta untuk pembelian seekor sapi Bali betina siap kawin atau yang sudah bunting.

Nilai investasi minimum untuk ikut serta dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini adalah Rp2 juta per investor.

Selanjutnya, jangka waktu investasi peternakan sapi Bali ini 3 tahun dan dapat diperpanjang tergantung keputusan investor bersangkutan. Kalau investor memutuskan untuk tidak memperpanjang investasinya, maka sapi Bali betina milik investor yang dibeli dengan dana investasi Rp8 juta akan dijual dan hasil penjualannya diserahkan utuh tanpa potongan apa pun kepada investor.

Karena itu, untuk menjamin kepastian hukum baik bagi investor maupun peternak, kerja sama investasi usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini akan diikat dan dilindungi dengan perjanjian tertulis antara peternak dan investor. Surat perjanjian ini dibuat dua rangkap dan masing-masing diberi meterai asli dan ditanda tangani kedua pihak.

Investor dan peternak masing-masing mendapat jatah bagi hasil 50%. Investor mendapat jatah bagi hasil 50% bersih tanpa potongan apa pun, dan peternak mendapat jatah bagi hasil 50% kotor karena dipotong biaya pembangunan kandang dan penyediaan peralatannya, pakan harian, pemeliharaan kesehatan, dan pengobatan sapi Bali.

Jatah bagi hasil 50% untuk investor ini adalah 50% dari hasil penjualan, bukan 50% dari keuntungan. Ingat, 50% dari penjualan lebih besar daripada 50% dari keuntungan karena keuntungan = nilai penjualan dikurangi biaya produksi.

Dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini biaya produksi sepenuhnya ditanggung peternak.

Pada tahap awal ini, saya merencanakan pengadaan lima ekor sapi Bali betina siap kawin atau sedang bunting. Karena itu, peluang investasi ini akan ditutup kalau nilai komitmen investasi dari para investor yang telah mendaftarkan diri sudah mencapai Rp40 juta (5 x Rp8 juta).

Calon investor yang telah mendaftarkan diri nanti akan diumumkan dengan identitas tersamar pada tulisan terpisah pada blog ini.

Untuk mendaftar sebagai calon investor, silakan hubungi alamat email saya hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au.

Sapi Bali ini nanti akan dipelihara dengan sistem peternakan semi-intensif, yaitu selain dikandangkan sapi juga dilepas di padang rumput agar mendapat kesempatan untuk bergerak bebas sambil mencari makan sendiri.

Pakan yang diberikan berupa rumput liar yang tersedia di padang rumput, rumput gajah, dedak padi halus, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik.

Untuk pemeliharaan kesehatan, petugas dinas peternakan setempat akan didatangkan secara berkala setiap tiga bulan atau kapan saja bila diperlukan kalau ada gangguan kesehatan sapi.

Jadi, dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini, investor bertanggung jawab menyediakan dana untuk pembelian sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting; saya berkewajiban menanggung biaya pembuatan kandang beserta perlengkapannya, penyediaan dan penanaman bibit rumput gajah, pembelian dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik, serta pemeliharaan kesehatan sapi.

Setelah peternakan sapi Bali ini berjalan dan menghasilkan, sebagian jatah bagi hasil untuk peternak akan digunakan untuk membeli sepasang kambing Kacang yang akan diserahkan kepada keluarga miskin di sekitar peternakan.

Dengan kata lain, dana yang akan digunakan untuk program pemberian bantuan produktif kepada keluarga miskin tidak diambil dari jatah bagi hasil untuk investor. Jadi, jatah bagi hasil untuk investor tetap utuh 50% dari hasil penjualan sapi Bali (bukan 50% dari keuntungan penjualan sapi Bali) tanpa potongan apa pun. Seluruh biaya produksi dan dana program bantuan produktif bagi keluarga miskin ditanggung peternak.

Namun demikian, dalam hal ini investor jelas memainkan peran dan memberikan andil besar berupa dukungan dan bantuan tak langsung bagi terlaksananya program bantuan produktif bagi keluarga miskin ini.

Agar keluarga miskin yang diberi bantuan benar-benar memelihara kambing yang diserahkan dan tidak segera menjualnya, bantuan ini dikemas dalam bentuk usaha bagi hasil peternakan kambing antara peternak dan keluarga miskin.

Dengan demikian, usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini dirancang untuk memberikan manfaat dan keuntungan finansial bagi investor, peternak, dan masyarakat miskin.

Demikianlah uraian konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Bali yang saya tawarkan. Kalau dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari bunga deposito bank (maksimum 7% per tahun, belum dikurangi potongan biaya administrasi bulanan dan inflasi), persentase bagi hasil dalam usaha peternakan sapi Bali ini sangat jauh lebih besar (50% bersih).

Memang, sebagai salah satu usaha sektor ril, usaha agrobisnis peternakan melibatkan risiko tertentu. Namun demikian, perlu diingat bahwa semakin besar potensi keuntungan yang akan diperoleh dalam suatu usaha ekonomi, semakin besar risiko yang dihadapi.

Jadi, mereka yang ingin memperoleh keuntungan lebih besar harus siap menghadapi kerugian yang lebih besar pula.

Karena itu, dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini, keuntungan dinikmati bersama, dan kerugian ditanggung bersama.

Walaupun begitu, dengan kandang yang memenuhi syarat peternakan yang baik serta pemeliharaan kebersihan kandang harian, pemilihan sapi Bali betina dengan kualitas terbaik, penyediaan pakan bergizi tinggi (rumput gajah dan konsentrat - dedak padi halus, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik), dan pemeliharaan serta pemeriksaan kesehatan berkala oleh petugas dari dinas peternakan, insyaallah risiko gangguan kesehatan atau kematian sapi tertekan sampai tingkat minimum.

Berdasarkan uraian di atas, konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Bali yang saya tawarkan ini merupakan suatu terobosan dalam metode peternakan. Dalam konsep peternakan tradisional, yang bisa beternak hanya petani dan orang desa yang memiliki lahan dekat tempat tinggalnya.

Sebaliknya, dengan konsep usaha bagi hasil peternakan sapi online ini, ketiadaan lahan maupun ilmu, keterampilan, serta pengalaman beternak, tempat tinggal yang jauh dari lokasi peternakan skala rumah tangga kami, dan kekurangan modal untuk membeli seekor sapi Bali, tidak menghalangi niat Anda untuk menjadi peternak sapi Bali online.

Di mana pun Anda berada dan dengan modal yang relatif kecil (Rp2.000.000), Anda bisa ikut serta dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Bali online ini.

Nah, bagi Anda yang sudah membaca dan memahami konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini dan memiliki dana minimum yang diperlukan, silakan hubungi saya untuk menjadi investor.

Segera daftarkan diri Anda sebagai calon investor dengan mengirim email ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au.

Prosedur Pendaftaran Investor:
1. Kirim email yang menyatakan minat Anda untuk menjadi investor ke alamat email saya, hipyannopri [@] yahoo [titik] com [titik] au. Ingat, 'yahoo.com.au'. Jangan sampai ketinggalan akhiran 'au'-nya.:)
2. Sebutkan pola investasi yang diinginkan - gotong royong atau perorangan.
3. Kalau memilih pola investasi perorangan, dana yang harus diserahkan nanti sebesar Rp8.000.000 untuk pembelian seekor sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting.
4. Kalau memilih pola gotong royong, sebutkan berapa nilai investasi yang diinginkan (minimum Rp2.000.000).
5. Investor yang telah menyatakan komitmennya saya catat.
6. Untuk investor perorangan, saya akan segera mengirimkan surat perjanjian melalui email untuk ditandatangani investor.
7. Investor mengirimkan kembali surat perjanjian yang telah ditandatanganinya melalui jasa pos ke alamat saya.
8. Investor mengirimkan dana investasinya ke rekening bank saya.
9. Saya menandatangani surat perjanjian tsb setelah dana yang wajib diserahkan investor masuk rekening bank saya.
10. Saya mengirimkan salinan surat perjanjian yang telah saya tandatangani dan diberi meterai ke alamat investor.
11. Proses pengadaan sapi Bali dimulai.
12. Setelah sapinya diperoleh, investor saya beri tahu lewat email.
13. Informasi selanjutnya mengenai perkembangan ternak sapi Bali, foto sapi Bali, dan data investornya akan dipajang di blog peternakan saya.

Catatan:
Untuk investor gotong royong, langkah 6 sampai selesai baru akan dimulai setelah nilai komitmen investasi para investor mencapai nilai yang diperlukan untuk pengadaan sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting. Calon investor yang sudah ada akan diberi tahu perkembangan nilai komitmen investasi ini.

Ilustrasi Bagi Hasil
Pola Investasi Perorangan
Dengan pola investasi perorangan, A menyerahkan dana investasi sebesar Rp8.000.000 untuk pengadaan seekor sapi Bali betina siap kawin atau bunting.

Pemeliharaan sapi Bali betina dilakukan selama jangka waktu investasi, yaitu 3 (tiga) tahun.

Misalkan, sapi Bali betina yang dipelihara sudah melahirkan anak sapi Bali jantan pada tahun pertama, maka pada akhir jangka waktu investasi, anak sapi jantan tersebut sudah berumur sekitar 2 tahun. Anggap saja sapi Bali jantan ini kemudian dijual dengan harga Rp8.000.000.

Investor akan memperoleh bagian hasil Rp8.000.000 (modal disetor)/Rp8.000.000 (patokan nilai investasi untuk satu ekor sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting) x (50% x Rp8.000.000) = Rp4.000.000.

Pola Investasi Gotong Royong
Dalam pola investasi gotong royong, beberapa investor menggabungkan uangnya untuk pembelian satu ekor sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting seharga Rp8.000.000.

Anggap saja ada empat investor, yang masing-masing menyerahkan dana investasi Rp2 juta, untuk pembelian seekor sapi Bali betina siap kawin atau bunting.

Misalkan, sapi Bali betina yang dipelihara sudah melahirkan anak sapi Bali jantan pada tahun pertama, maka pada akhir jangka waktu investasi, anak sapi jantan tersebut sudah berumur sekitar 2 tahun. Anggap saja sapi Bali jantan ini kemudian dijual dengan harga Rp8.000.000.

Masng-masing investor akan memperoleh bagian hasil Rp2.000.000 (modal disetor)/Rp8.000.000 (patokan nilai investasi untuk satu ekor sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting) x (50% x Rp8.000.000) = Rp1.000.000.

Ini baru hasil penjualan dari seekor anak yang dilahirkan sapi Bali betina yang dibeli investor. Perlu diingat bahwa sekitar 5 bulan setelah melahirkan, sapi Bali betina ini akan birahi lagi, dan dengan demikian akan kawin lagi dengan sapi Bali jantan. Karena itu, sapi Bali betina ini akan kembali melahirkan pada tahun berikutnya.

Kalau kelahiran pertama menghasilkan anak sapi Bali betina, sapi Bali betina tersebut juga akan menghasilkan anak berikutnya.

Begitulah seterusnya, proses melahirkan anak ini akan terus berlanjut. Dengan demikian, keuntungan yang akan diperoleh investor juga akan terus bertambah seiring pertambahan jumlah anak sapi Bali yang dilahirkan induk sapi Bali betina dan anak sapi Bali betina yang dilahirkannya.

Pertambahan keuntungan ini akan terus berlanjut hanya dengan sekali menyerahkan dana investasi pada awal pendaftaran sebagai investor. Dengan kata lain, investor tidak diminta kembali menyerahkan dana investasi setelah berakhirnya jangka waktu investasi 3 tahun kalau investor memutuskan untuk memperpanjang keikutsertaannya dalam investasi usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini.

Jadi, jangan sia-siakan dana Anda. Kembangkan dana ini melalui kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Bali.

Daftarkan diri Anda segera ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au.

Peluang Investasi Peternakan Kambing Boer

36 komentar
Karena selama masa promosi satu bulan nilai komitmen investasi yang tercapai hanya kurang separuh (Rp25 juta) dari dana investasi yang diperlukan (Rp60 juta), rencana investasi ini ditangguhkan dulu.

Pengunjung dan pembaca blog semua, setelah beberapa kali menawarkan peluang usaha bagi hasil peternakan sapi Simental, sekarang saya menawarkan peluang kerja sama investasi peternakan kambing Boer.

Sebagaimana pernah dibahas dalam beberapa artikel sebelumnya yang berkaitan dengan kambing Boer, kambing ini merupakan trah kambing pedaging terunggul di dunia berkat karakteristiknya yang prolifik (banyak menghasilkan anak, tiga kali beranak dalam dua tahun), berbadan tebal, panjang dan dalam serta mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan, mulai dari lingkungan berhawa panas (seperti Afrika Selatan, yang merupakan daerah asal kambing Boer) sampai daerah yang bercuaca dingin (seperti Inggris).

Selain itu, kambing Boer juga sudah terbukti dapat berkembang biak dengan baik di berbagai daerah di Malaysia dan Indonesia (seperti Sumatera Utara, Lampung, dan Jawa Timur) yang beriklim tropis. Di Malaysia, sudah banyak importir negeri jiran ini yang melakukan impor kambing Boer skala besar dari Australia. Sayangnya, masih sedikit sekali perusahaan Indonesia yang telah mengimpor kambing Boer dari Australia.

Di Sumatera Utara, kambing Boer diternakkan oleh Loka Penelitian Kambing Potong di Sungai Putih, kecamatan Galang, Deli Serdang. Di Jawa Timur, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya juga mengelola laboratorium peternakan kambing Boer. Sayang sekali, kambing Boer galur murni (registered fullblood) di kedua lembaga ini tidak dijual kepada masyarakat peternak.

Namun demikian, kabar yang cukup menggembirakan sudah terdengar dari Lampung. Pemerintah daerah Lampung sudah mengalokasikan dana khusus untuk pengadaan kambing Boer galur murni yang kemudian dikawin-silangkan dengan kambing Etawa. Hasil perkawinan silang ini dinamakan kambing Boerawa atau kambing Saburai.

Selain pemerintah daerah, sudah ada beberapa perusahaan swasta di Lampung yang mengimpor kambing Boer galur murni dari Australia dan kemudian mengembang-biakkannya di provinsi ini.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa peternakan kambing Boer masih sangat langka di Indonesia.

Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan tapi juga memberikan peluang besar yang sangat menguntungkan bagi siapa saja yang berminat untuk beternak kambing Boer.

Karena belum banyak orang yang beternak kambing Boer galur murni, nilai jual kambing ini jauh lebih tinggi daripada kambing trah lain. Sebagai perbandingan, nilai jual kambing Kacang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Harga kambing Senduro (Etawa putih, yang bisa dijadikan kambing perah dan juga kambing pedaging) berkisar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta seekor.

Sementara itu, harga kambing peranakan Boer kelas terendah, yaitu kelas C atau F1 (50% darah Boer) saja minimal Rp1,8 juta satu ekor. Kambing peranakan Boer kelas B atau F2 (75% darah Boer) dan kelas A atau F3 (87,5% darah Boer) dibandrol dengan harga yang lebih mahal.

Tentu saja, kambing peranakan Boer yang masuk kategori setara murni atau F4/F5 (93,75%/96,88% darah Boer) ke atas harganya lebih mahal lagi.

Yang menempati peringkat nilai jual paling mahal kedua dan pertama adalah kambing Boer komersial atau kambing Boer galur murni tak bersertifikat/tak terdaftar (unregistered fullblood) dan kambing Boer galur murni bersertifikat/terdaftar (registered fullblood). Harga kambing Boer kelas super ini berkisar Rp8 hingga Rp20 juta per ekor.

Karena harganya masih relatif mahal, tentu saja pengadaan bibit kambing ini memerlukan dana yang lumayan besar. Kalau ingin berusaha sendiri mungkin sedikit sekali orang Indonesia yang sanggup beternak kambing Boer galur murni ini. Begitu pula, fasilitas kredit bank yang tersedia persyaratannya sangat memberatkan bagi para peternak skala kecil.

Karena itu, mari kita satukan potensi masing-masing dengan menjalin kerja sama usaha bagi hasil peternakan kambing Boer galur murni. Sejalan dengan gagasan ini, konsep usaha bagi hasil ini didasarkan pada prinsip kemandirian dan kegotong-royongan.

Oleh sebab itu, saya mengundang Anda para calon investor untuk menanamkan modal dalam usaha bagi hasil peternakan kambing Boer galur murni yang saya rancang ini.

Selain untuk meningkatkan penghasilan bagi investor dan peternak, peternakan kambing Boer galur murni ini juga dirancang untuk memberikan bantuan produktif dan berkelanjutan kepada para keluarga miskin di sekitar lokasi peternakan.

Setelah peternakan kambing Boer ini berjalan dan berkembang dengan baik nanti, para keluarga miskin akan dijadikan mitra peternakan. Kemitraan ini ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha peternakan yang sederhana namun menguntungkan.

Bentuk kemitraan ini nanti berupa penitipan seekor kambing Boer jantan dan dua ekor kambing Kacang betina untuk dipelihara mitra keluarga miskin. Anak-anak kambing peranakan Boer yang dihasilkan nanti dibagi dua antara peternak dan mitra.

Kambing Boer jantan yang dititipkan kepada mitra keluarga miskin ini nanti merupakan kambing Boer yang sudah menjadi milik penuh peternak. Dengan kata lain, kambing Boer ini merupakan kambing jatah bagi hasil dengan investor dari anak-anak yang dihasilkan kambing Boer galur murni yang dipelihara peternak. Begitu pula, dua ekor kambing Kacang betina yang dititipkan kepada mitra adalah kambing Kacang milik peternak yang dibeli dengan uang jatah bagi hasil dari penjualan anak-anak kambing yang dihasilkan kambing Boer galur murni yang dipelihara peternak.

Dengan pola kemitraan seperti ini, investor tidak dirugikan dan terbebas dari risiko sama sekali. Meskipun demikian, investor telah memberikan sumbangan penting bagi terlaksananya misi peternak membantu keluarga miskin.

Sebagai peternak, saya sudah memiliki lahan seluas +/-4 hektar di kampung asal saya, Kedurang, Bengkulu Selatan. Selain rumput lapangan, lahan ini akan ditanami rumput gajah dan rumput unggul lainnya serta jagung dan kedelai yang akan digiling untuk dijadikan konsentrat tambahan selain dedak padi halus. Tepung jagung ini mengandung protein sekitar 10 persen, dan kadar protein tepung kedelai sekitar 47%.

Selain itu, dedak padi halus untuk pakan konsentrat juga tersedia dalam jumlah sangat besar dengan harga yang masih sangat murah. Hal ini didukung kenyataan bahwa lokasi peternakan terletak di daerah pedesaan di mana masih terdapat areal persawahan yang luas dan di setiap desa terdapat minimal satu penggilingan padi. Dedak padi halus ini mengandung protein sekitar 13%.

Selanjutnya, lahan peternakan yang dekat dengan sungai besar berair jernih namun terhindar dari risiko banjir karena ketinggian yang aman dari jangkauan banjir dan kenyataan bahwa lahan tersebut dulunya pernah dijadikan sawah dan dilalui saluran irigasi, memberikan peluang besar untuk membuat kolam ikan.

Kolam ikan ini nanti akan diisi ikan nila perak/putih yang perkembang-biakannya sangat cepat karena ikan nila dewasa jenis ini selalu bertelur setiap bulan. Tentu saja akan tersedia ikan nila dalam jumlah besar sebagai bahan baku untuk pembuatan tepung ikan sebagai pakan konsentrat berkadar protein kira-kira 63 persen.

Dengan demikian, pakan hijauan berserat tinggi serta pakan konsentrat dengan kadar protein tinggi akan tersedia dalam jumlah yang sangat melimpah dan murah karena bahan bakunya dihasilkan sendiri tanpa perlu membeli pakan konsentrat buatan pabrik yang harganya cenderung terus melonjak tinggi akibat monopoli industri besar produsen pakan konsentrat. Pakan berkadar protein tinggi ini sangat mendukung pertumbuhan otot kambing. Dengan pakan yang mengandung protein dalam jumlah besar ini, daging yang dihasilkan lebih banyak namun berkadar lemak rendah. Pada gilirannya, bobot hidup kambing Boer jadi lebih tinggi dan daging yang dihasilkan lebih menyehatkan. Dengan kata lain, ketersediaan pakan kambing Boer sangat terjamin dan berkelanjutan.

Selanjutnya, sasaran pemasaran kambing Boer galur murni ini adalah para calon peternak dan peternak serta konsumen daging kambing lokal (dalam provinsi) maupun nasional (luar provinsi) yang mengutamakan daging kambing berkadar kolesterol dan lemak jahat rendah.

Demi mencapai sasaran ini, promosi gencar dan berkelanjutan akan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai fasilitas promosi gratis yang tersedia di Internet - blog, situs pemasaran, milis (fasilitas Yahoo group), situs jejaring sosial, dan segala fasilitas Internet lainnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagai peternak, saya bertanggung jawab membangun kandang, menyediakan semua perlengkapan kandang yang diperlukan, menyediakan pakan hijauan dan pakan konsentrat, serta mineral dan probiotik. Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan kambing yang sakit juga jadi tanggung jawab saya.

Sebagai investor, Anda berkewajiban menyerahkan dana investasi kepada peternak untuk pembelian kambing Boer galur murni.

Sebagai suatu usaha bagi hasil, dalam peternakan ini segala keuntungan dinikmati bersama dan kerugian ditanggung bersama pula.

Persentase bagi hasil dalam peternakan kambing Boer galur murni ini adalah 50% bersih tanpa potongan biaya produksi apa pun untuk investor dan 50% untuk peternak.

Persentase bagi hasil untuk investor di sini lebih besar dibandingkan persentase bagi hasil untuk investor peternakan sapi Simental yang hanya 40%. Persentase bagi hasil yang lebih besar ini dapat diberikan karena lahan yang akan digunakan untuk peternakan kambing ini adalah lahan milik sendiri.

Namun demikian, untuk menjamin kesehatan ternak dan menekan risiko sakit dan kematian sampai tingkat minimum, peternak akan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan pengobatan dini kalau timbul gejala penyakit. Untuk keperluan ini, peternak akan menjalin kerja sama dengan dinas peternakan setempat.

Pada tahap awal ini, saya berencana membeli satu ekor kambing Boer jantan dan empat ekor kambing Boer betina galur murni. Kambing betina sengaja dirancang lebih banyak daripada kambing jantan agar pertambahan populasinya lebih cepat.

Pada tahap selanjutnya, pengadaan kambing Boer galur murni ini juga akan menerapkan perbandingan populasi seperti di atas, yaitu seekor pejantan dan empat ekor betina.

Kambing Boer yang akan dibeli adalah kambing Boer yang sudah diternakkan di daerah Lampung. Jadi, kambingnya nanti tidak akan kesulitan beradaptasi di daerah baru karena iklimnya relatif sama.

Berdasarkan perhitungan harga kambing Boer galur murni dan ongkos angkut dari Lampung ke Bengkulu Selatan, saya menetapkan Rp60 juta sebagai nilai total investasi yang diperlukan untuk pembelian seekor kambing pejantan dan empat ekor betina Boer galur murni. Setiap orang yang ingin menjadi investor harus menyertakan dana minimal Rp5 juta.

Selain itu, saya juga akan membeli beberapa ekor kambing Kacang/Kampung yang akan dikawin-silangkan dengan pejantan Boer untuk menghasilkan kambing peranakan Boer kelas C/F1, kelas B/F2, kelas A/F3, dan kambing peranakan Boer F4/F5 atau setara murni (purebred). Jumlah kambing Kacang yang dikawin-silangkan dengan pejantan Boer ini nanti akan diberitahukan kepada investor. Hasil penjualan kambing peranakan Boer ini nanti juga akan dibagi dua antara investor dan peternak.

Untuk memberikan kepastian hukum, kerja sama ini akan diikat dengan surat perjanjian antara investor dan peternak.

Bagi Anda yang berminat menjadi investor:
1. Silakan hubungi saya melalui email hipyannopri [@] yahoo [.] com [.] au untuk mendaftarkan diri.
2. Sebutkan berapa nilai investasi yang Anda rencanakan (minimal Rp5 juta).
3. Sebutkan data diri lengkap Anda (data diri seperti di KTP).

Selanjutnya, saya akan mencatat calon investor yang telah mendaftarkan diri dan menyatakan komitmen investasinya. Calon investor yang sudah terdaftar ini akan dipajang di blog ini dengan nama samaran terlebih dahulu.

Setelah nilai komitmen investasi keseluruhan mencapai Rp60 juta, saya akan mengirimkan dua rangkap surat perjanjiannya kepada calon investor lewat email. Kemudian calon investor mencetaknya dan menanda tangani kedua rangkap surat perjanjian ini dan mengirimkannya kembali kepada saya lewat pos.

Kedua rangkap surat perjanjian yang telah ditanda tangani investor tersebut kemudian saya bubuhi meterai dan tanda tangani, lalu dikirim kembali satu rangkap kepada investor dan satu rangkap lagi untuk pegangan saya.

Ilustrasi Bagi Hasil Peternakan Kambing Boer
Biaya produksi tetap maupun tidak tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya sebagai peternak. Karena itu, setiap keuntungan hasil penjualan anak kambing Boer dan kambing peranakan Boer yang dihasilkan nanti tidak akan dikurangi segala jenis biaya ini.

Dalam peternakan ini akan dipelihara kambing Boer galur murni (fullblood) dan juga kambing Kacang/Kampung yang akan dikawin-silangkan dengan pejantan Boer.

Berikut ini analisis usaha peternakan kambing Boer:
Kambing Boer galur murni (dibeli dengan dana dari investor):
Jumlah induk jantan: 1 ekor
Jumlah induk betina: 4 ekor

Pendapatan:
Dalam 2 tahun seekor Boer betina beranak tiga kali
Asumsi konservatif saja, sekali melahirkan satu ekor anak (kambing bisa beranak dua ekor sekali melahirkan).

Total anak yang dihasilkan dalam 2 tahun:
4 ekor induk x (3 kali beranak x 1 ekor) = 12 ekor anak Boer
Persentase kemungkinan lahir betina/jantan 50%

Jadi,
Jumlah anak jantan 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer jantan
Jumlah anak betina 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer betina
Harga kambing Boer galur murni saat ini berkisar Rp8 juta hingga Rp20 juta seekor (jantan lebih mahal daripada betina)

Asumsi konservatif:
Jantan terjual Rp15.000.000 per ekor (itu kalau jantannya ingin segera dijual; kalau ditunggu populasinya lebih besar, tentu penghasilan yang diperoleh lebih besar lagi)
Hasil penjualan jantan: 6 ekor x Rp15.000.000 = Rp90.000.000

Betina terjual Rp8.000.000 per ekor (itu kalau betinanya ingin kita jual; kalau belum dijual, Boer betina tsb juga akan melahirkan anak sehingga populasi kambing bisa bertambah terus)
Hasil penjualan betina: 6 ekor x Rp8.000.000 = Rp48.000.000

Keuntungan:
Rp90.000.000 + Rp48.000.000 = Rp138.000.000

Bagi hasil untuk investor 50% bersih:

Investor Perorangan (biaya pembelian 5 kambing Boer sebesar Rp60 juta disediakan seorang investor)
50% x Rp138.000.000 = Rp69.000.000

Investor Gotong Royong (biaya pembelian 5 kambing Boer sebesar Rp60 juta disediakan beberapa investor)
Diasumsikan jumlah investor 12 orang, masing-masing menyediakan dana Rp5 juta
5/60 x (50% x Rp138.000.000) = Rp5.750.000

Berikut ini analisis usaha peternakan kambing peranakan Boer:
Kambing Kacang/Kampung (dibeli dengan dana dari peternak):
Jumlah induk betina: 10 ekor

Pendapatan:
Dalam 2 tahun seekor kambing Kacang betina beranak tiga kali
Asumsi konservatif saja, sekali melahirkan satu ekor anak (kambing bisa beranak dua ekor sekali melahirkan).

Total anak yang dihasilkan dalam 2 tahun:
10 ekor induk x (3 kali beranak x 1 ekor) = 30 ekor anak kambing peranakan Boer
Persentase kemungkinan lahir betina/jantan 50%

Jadi,
Jumlah anak jantan 50% x 30 ekor anak = 15 ekor kambing peranakan Boer jantan
Jumlah anak betina 50% x 30 ekor anak = 15 ekor kambing peranakan Boer betina
Harga kambing peranakan Boer galur murni saat ini paling murah Rp1,8 juta (jantan lebih mahal daripada betina)

Asumsi konservatif:
Jantan terjual Rp2.500.000 per ekor (itu kalau jantannya ingin segera dijual; kalau ditunggu populasinya lebih besar, tentu penghasilan yang diperoleh lebih besar lagi)
Hasil penjualan jantan: 15 ekor x Rp2.500.000 = Rp37.500.000

Betina terjual Rp1.800.000 per ekor (itu kalau betinanya ingin kita jual; kalau belum dijual, Boer betina F1 ini dikawin-silangkan lagi dengan jantan Boer galur murni untuk menghasilkan Boer F2, yang harganya tentu lebih tinggi lagi)
Hasil penjualan betina: 15 ekor x Rp1.800.000 = Rp27.000.000

Keuntungan:
Rp37.500.000 + Rp27.000.000 = Rp64.500.000

Bagi hasil untuk investor 50% bersih:

Investor Perorangan (biaya pembelian 5 kambing Boer sebesar Rp60 juta disediakan seorang investor)
50% x Rp64.500.000 = Rp32.250.000

Investor Gotong Royong (biaya pembelian 5 kambing Boer sebesar Rp60 juta disediakan beberapa investor)
Diasumsikan jumlah investor 12 orang, masing-masing menyediakan dana Rp5 juta
5/60 x (50% x Rp64.500.000) = Rp2.687.500

Bagi hasil total untuk investor:

Investor Perorangan:
Keuntungan penjualan kambing Boer + Keuntungan penjualan kambing peranakan Boer
Rp69.000.000 + Rp32.250.000 = Rp101.500.000

Investor Gotong Royong:
Keuntungan penjualan kambing Boer + Keuntungan penjualan kambing peranakan Boer
Rp5.750.000 + Rp2.687.500 = Rp8.437.500

Rancangan Perjanjian Kerja Sama Bagi Hasil Peternakan

0 komentar
RANCANGAN PERJANJIAN KERJA SAMA
BAGI HASIL PENGGEMUKAN SAPI SIMENTAL

Perjanjian ini dibuat pada tanggal __________ oleh dan antara Hipyan Nopri, yang berdomisili di Jl. Bugis No. 96 Kompleks PT KAI (dulu PJKA) Sawahan Timur, Padang (�Peternak) dan Nama Investor, yang berdomisili di Alamat Lengkap Investor (�Investor�).

1. Tujuan

Peternak dan Investor sepakat untuk mengadakan kerja sama bagi hasil usaha peternakan sapi Simental.

2. Definisi
Kerja sama bagi hasil usaha peternakan sapi Simental merupakan usaha bersama antara Investor dan Peternak dalam penggemukan sapi Simental. Penggemukan dilakukan pada sapi Simental jantan berumur setahun atau kurang.

3. Nilai dan Pola Investasi

a. Investasi minimum per Investor Rp2.000.000 (dua juta rupiah).
b. Investasi dapat dilakukan secara gotong royong atau perorangan.
c. Dalam pola investasi gotong royong, beberapa Investor secara bersama-sama menyerahkan dana sesuai kemampuannya kepada Peternak untuk pembelian seekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang.
d. Dalam pola investasi perorangan, Investor secara sendiri menyerahkan dana Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk pembelian seekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang kepada Peternak.

4. Persentase Bagi Hasil
a. Investor mendapat jatah bagi hasil sebesar 40% dari keuntungan penjualan sapi jantan yang telah digemukkan.
b. Peternak mendapat jatah bagi hasil sebesar 35%, dan pemelihara mendapat jatah bagi hasil 25%, dari keuntungan penjualan sapi jantan yang telah digemukkan.

5. Hak
a. Investor

* Mendapatkan jatah bagi hasil sebesar 40% dari keuntungan penjualan sapi jantan yang telah digemukkan.
* Mendapatkan informasi berkala mengenai perkembangan usaha bagi hasil peternakan sapi Simental dan keadaan sapi Simental yang dipelihara Peternak.

b. Peternak
Mendapatkan jatah bagi hasil sebesar 35% dari keuntungan penjualan sapi jantan yang telah digemukkan.

6. Kewajiban
a. Investor

Menyerahkan dana investasi kepada Peternak.

b. Peternak

* Membuat kandang sapi Simental yang memenuhi syarat peternakan yang baik.
* Memelihara sapi Simental dan menjaga kebersihan kandangnya.
* Menyediakan pakan sapi Simental berupa rumput liar di padang rumput, rumput gajah, dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik.
* Melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan rutin pada sapi Simental serta melakukan pengobatan apabila ada sapi Simental yang sakit dengan mendatangkan dokter hewan secara berkala.

7. Sapi

* Trah sapi yang diternakkan adalah trah sapi Simental.
* Sapi Simental yang diternakkan terdiri dari sapi Simental jantan umur setahun atau kurang.
* Penjualan sapi jantan yang telah digemukkan dilakukan oleh Peternak atas persetujuan Investor.
* Peternak akan memberikan informasi dan masukan kepada Investor mengenai kapan sebaiknya penjualan dilakukan.

8. Jangka Waktu
Kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini berlaku selama paling tidak tiga tahun sejak penandatanganan perjanjian ini dan dapat diperpanjang.

9. Lain-lain
Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan dibicarakan dan disepakati secara tertulis oleh Investor dan Peternak.

10. Hukum yang Berlaku
Perjanjian ini diatur oleh dan tunduk pada hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

11. Keterpisahan
Apabila ada ketentuan dalam perjanjian ini yang oleh pengadilan yang berwenang dinyatakan tidak sah, batal, atau tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, ketentuan-ketentuan lainnya akan tetap berlaku dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Diterima dan disepakati
Tanggal ___________ 2010

Peternak__________________________Investor

Hipyan Nopri_______________________Nama Investor

Peluang Investasi Usaha Bagi Hasil Peternakan Sapi

3 komentar
Pengunjung dan pembaca blog semua,

Mulai hari ini saya membuka peluang kepada siapa pun yang berminat dan di mana pun Anda bertempat tinggal untuk ikut serta dalam investasi usaha bagi hasil peternakan sapi Simental skala rumah tangga.

Memang, di Indonesia tersedia berbagai trah sapi yang dapat diternakkan - sapi kampung, sapi Madura, sapi Bali, sapi Peranakan Ongole (PO), sapi Brahma, sapi Limusin, dan sapi Simental. Namun demikian, dari beberapa trah sapi ini, saya memutuskan untuk memilih sapi Simental karena keunggulan pertumbuhannya yang cepat dan harga jualnya yang tinggi.

Saat ini harga sapi Simental jantan umur setahun atau kurang sekitar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Konsep investasi bagi hasil peternakan sapi Simental ini merupakan usaha peternakan gotong royong. Artinya, beberapa orang investor bisa menggabungkan uangnya untuk membeli seekor sapi Simental. Namun demikian, satu orang investor juga boleh menyetor dana untuk pembelian satu ekor sapi Simental.

Dibandingkan dengan sapi Bali, harga bibit sapi Simental memang jauh lebih mahal. Namun demikian, harga jualnya setelah besar nanti juga jauh lebih tinggi. Nilai investasi untuk satu ekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Ada dua pola investasi yang saya tawarkan dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini: gotong royong dan perorangan. Dalam pola gotong royong, beberapa investor menggabungkan dananya untuk pembelian seekor sapi Simental. Sebaliknya, dengan pola perorangan, seorang investor sendiri saja menanggung dana pembelian satu ekor sapi Simental.

Nilai investasi minimum per investor adalah Rp2.000.000 (dua juta rupiah) apabila beberapa investor ingin bergotong royong untuk pembelian satu ekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang.

Investor bisa juga sendiri saja menanamkan modalnya untuk pembelian seekor sapi Simental. Untuk pola perorangan ini, investor menyetorkan dana Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk pembelian sapi Simental jantan umur satu tahun atau kurang.

Sapi Simental ini nanti akan dipelihara dengan sistem peternakan semi-intensif, yaitu selain dikandangkan sapi juga dilepas sebentar di padang rumput agar mendapat kesempatan untuk bergerak bebas sambil mencari makan sendiri.

Pakan yang diberikan berupa rumput liar yang tersedia di padang rumput, rumput gajah, dedak padi halus, sagu batangan segar yang dicincang, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik.

Untuk pemeliharaan kesehatan, petugas dinas peternakan langganan kami datang secara berkala setiap tiga bulan atau kapan saja bila diperlukan (kalau ada gangguang kesehatan sapi).

Jadi, dalam usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini, investor bertanggung jawab menyediakan dana untuk pembelian sapi Simental jantan; saya berkewajiban menanggung biaya pembuatan kandang, penyediaan dan penanaman bibit rumput gajah, pembelian dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik, serta pemeliharaan kesehatan sapi; kewajiban Uda Buyuang Nurfal adalah menyediakan lahan dan memelihara sapi.

Demikianlah uraian konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Simental yang saya tawarkan. Kalau dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari bunga deposito bank (maksimum 7%, belum dikurangi potongan biaya administrasi bulanan dan inflasi), persentase bagi hasil dalam usaha peternakan sapi Simental ini sangat jauh lebih besar (40% bersih).

Memang, yang namanya usaha sektor ril melibatkan risiko tertentu. Namun demikian, perlu diingat bahwa semakin besar potensi keuntungan yang akan diperoleh dalam suatu usaha ekonomi, semakin besar risiko yang dihadapi.

Karena itu, dalam usaha bagi hasil penggemukan sapi Simental ini, keuntungan dinikmati bersama, dan kerugian ditanggung bersama.

Walaupun begitu, dengan kandang yang memenuhi syarat peternakan yang baik serta pemeliharaan kebersihan kandang harian, pemilihan sapi Simental jantan dengan kualitas terbaik, penyediaan pakan bergizi tinggi (rumput gajah dan konsentrat - dedak padi halus, sagu batangan segar, ampas tahu segar, mineral, dan probiotik), dan pemeliharaan serta pemeriksaan kesehatan berkala oleh petugas dari dinas peternakan, insyaallah risiko gangguan kesehatan atau kematian sapi tertekan sampai tingkat minimum.

Selain itu, saya akan melakukan pemantauan rutin dengan kunjungan langsung ke kandang beberapa kali seminggu. Kalau tidak sempat datang langsung pada minggu tertentu, Uda Buyuang Nurfal akan saya pantau melalui komunikasi telepon. Pemantauan ketat berkala ini dilakukan untuk memastikan bahwa sapi dipelihara dengan baik.

Berdasarkan uraian di atas, konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Simental yang saya tawarkan ini merupakan suatu terobosan dalam metode peternakan. Dalam konsep peternakan tradisional, yang bisa beternak hanya petani dan orang desa yang memiliki lahan dekat tempat tinggalnya. Sebaliknya, dengan konsep usaha bagi hasil peternakan sapi online ini, ketiadaan lahan maupun ilmu, keterampilan, serta pengalaman beternak, tempat tinggal yang jauh dari lokasi peternakan skala rumah tangga kami, dan kekurangan modal untuk membeli seekor sapi Simental, tidak menghalangi niat Anda untuk menjadi peternak sapi Simental online.

Di mana pun Anda berada dan dengan modal yang relatif kecil (Rp2.000.000), Anda bisa ikut serta dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Simental online ini.

Nah, bagi Anda yang sudah membaca dan memahami konsep usaha bagi hasil peternakan sapi Simental ini dan memiliki dana minimum yang diperlukan, silakan hubungi saya untuk menjadi investor. Rincian kontak saya terpajang di bagian kiri bawah blog ini.

Prosedur Pendaftaran Investor:
1. Kirim email yang menyatakan minat Anda untuk menjadi investor ke alamat email saya, hipyannopri [@] yahoo [titik] com [titik] au. Ingat, 'yahoo.com.au'. Jangan sampai ketinggalan akhiran 'au'-nya.:)
2. Sebutkan pola investasi yang diinginkan - gotong royong atau perorangan.
3. Kalau memilih pola investasi perorangan, dana yang harus diserahkan nanti sebesar Rp10.000.000 untuk pembelian seekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang.
4. Kalau memilih pola gotong royong, sebutkan berapa nilai investasi yang diinginkan (minimum Rp2.000.000).
5. Investor yang telah menyatakan komitmennya saya catat.
6. Untuk investor perorangan, saya akan segera mengirimkan surat perjanjian melalui email untuk ditandatangani investor.
7. Investor mengirimkan kembali surat perjanjian yang telah ditandatanganinya melalui jasa pos ke alamat saya.
8. Investor mengirimkan dana investasinya ke rekening bank saya.
9. Saya menandatangani surat perjanjian tsb setelah dana yang wajib diserahkan investor masuk rekening bank saya.
10. Saya mengirimkan salinan surat perjanjian yang telah saya tandatangani dan diberi meterai ke alamat investor.
11. Proses pengadaan sapi Simental dimulai.
12. Setelah sapinya diperoleh, investor saya beri tahu lewat email.
13. Informasi selanjutnya mengenai perkembangan ternak sapi Simental, foto sapi Simental, dan data investornya akan dipajang di blog peternakan saya.

Catatan:
Untuk investor gotong royong, langkah 5 sampai selesai baru akan dimulai setelah nilai komitmen investasi para investor mencapai nilai yang diperlukan untuk pengadaan sapi Simental jantan umur setahun atau kurang. Calon investor yang sudah ada akan diberi tahu perkembangan nilai komitmen investasi ini.

Ilustrasi Bagi Hasil
Pola Investasi Perorangan
Dengan pola investasi perorangan, A menyerahkan dana investasi sebesar Rp10.000.000 untuk pengadaan seekor sapi Simental jantan umur satu tahun atau kurang.

Penggemukan sapi Simental jantan dilakukan selama jangka waktu investasi, yaitu 3 (tiga) tahun.

Misalnya, sapi Simental jantan yang digemukkan sudah berumur 3 tahun. Sapi Simental jantan ini terjual dengan harga Rp25.000.000.

Investor yang menanamkan modal untuk pembelian sapi Simental jantan yang digemukkan akan memperoleh bagian hasil Rp10.000.000 (modal disetor)/Rp10.000.000 (patokan nilai investasi untuk satu ekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang) x (40% x [Rp25.000.000-Rp10.000.000][Keuntungan Penjualan Sapi Simental Jantan]) = Rp6.000.000.

Uang Rp10.000.000 dari hasil penjualan (Rp25.000.000) ini digunakan untuk kembali membeli seekor sapi Simental jantan yang akan digemukkan.

Sapi Simental jantan yang digemukkan sampai umur tiga tahun bisa mencapai bobot 800 kg hingga 1 ton (1000 kg). Dengan harga timbang hidup Rp25.000/kg, maka harga jual sapi jantan ini bisa mencapai Rp20.000.000 hingga Rp25.000.000 per ekor.

Pola Investasi Gotong Royong
Dalam pola investasi gotong royong, beberapa investor menggabungkan uangnya untuk pembelian satu ekor sapi Simental jantan umur setahun atau kurang seharga Rp10.000.000.

Anggap saja ada empat investor, yang masing-masing menyetor Rp2,5 juta, untuk pembelian seekor sapi Simental jantan berumur setahun atau kurang untuk digemukkan. Setelah sapi Simental jantan yang digemukkan mencapai umur 3 tahun, sapi tersebut dijual dengan harga Rp25.000.000.

Masing-masing dari keempat investor akan mendapat bagian hasil Rp2.500.000/Rp10.000.000 x (40% x [Rp25.000.000-Rp10.000.000][Keuntungan Penjualan Sapi Jantan]) = Rp1.500.000.

Sistem Bagi Hasil Peternakan Kambing Kami

46 komentar
Pada dasarnya, sistem pembagian hasil yang akan diterapkan dalam suatu usaha bagi hasil peternakan tergantung pada beban yang harus ditanggung para mitra dan kesepakatan di antara mereka. Sistem bagi hasil yang umum diterapkan selama ini adalah 50% untuk penyedia bibit ternak kambing dan 50% untuk pemelihara. Karena itu, di kalangan masyarakat pedesaan dikenal istilah paroan, yaitu penyedia bibit kambing dan pemelihara kambing masing-masing mendapatkan bagian separuh dari anak yang nanti dihasilkan induk jantan dan betina.

Karena sistem bagi hasil ini sudah sangat umum berlaku dan sudah sejak lama diterapkan dalam setiap usaha bagi hasil peternakan kambing, masyarakat beranggapan bahwa setiap usaha bagi hasil peternakan kambing harus menggunakan pola 50%-50%. Mereka tidak menyadari bahwa seharusnya pola bagi hasil tersebut didasarkan pada beban yang harus ditanggung masing-masing mitra. Mereka juga tidak menyadari bahwa dalam sistem bagi hasil 50%-50% yang umum berlaku tersebut pemodal hanya menyediakan sepasang bibit kambing dan pemelihara hanya menyediakan rumput.

Dalam sistem usaha ini peternak biasanya tidak membangun kandang yang memenuhi standar peternakan. Boleh dikatakan, mereka tidak menyediakan kandang untuk ternak kambing mereka. Kambing dibiarkan mencari rumput dan dedaunan sendiri, dan pada sore hari kambing kembali dan tidur di emperan atau pekarangan rumah peternak. Sayangnya, banyak juga kambing yang tidak selalu pulang ke rumah pemeliharanya. Banyak kambing di pedesaan yang dibiarkan mencari makan sendiri dan ketika malam tidur di sembarang tempat.

Kalau ada orang yang ingin membeli kambingnya, peternak tersebut baru sibuk mencari kambingnya yang berkeliaran dan bergerombol dengan kambing-kambing milik peternak lainnya. Mereka biasanya asal tunjuk saja dalam menentukan kepemilikan kambingnya. Karena kambingnya dibiarkan berkeliaran bebas tanpa pengawasan rutin, yang mereka kenali dengan pasti cuma sepasang kambing induk jantan dan betinanya. Jadi, sudah berapa jumlah kambing mereka dan mana saja kambing mereka, mereka tidak tahu pasti. Pedoman yang mereka gunakan, semua kambing yang bergerombol bersama kambing jantan-betina mereka adalah kambing milik mereka.

Perselisihan antar peternak sehubungan dengan penentuan kepemilikan seperti di atas memang tidak pernah terjadi karena memang para peternak tsb menerapkan pola beternak yang sama - membiarkan kambing-kambing mereka berkeliaran bebas mencari makan sendiri.

Berbeda dengan pola bagi hasil di atas, dalam usaha bagi hasil peternakan kambing skala rumah tangga ini, saya menerapkan sistem bagi hasil yang lain. Dalam usaha peternakan kambing ini, sebagai penyedia dana untuk pembelian bibit kambing dan pembuatan kandang kambing beserta perlengkapannya, pemeriksaan kesehatan rutin, vaksinasi, dan obat-obatan, saya mendapat bagian 70%, dan pemelihara, yang hanya bertugas menyediakan rumput dan memelihara kambing, mendapat bagian 30% dari nilai penjualan anak kambing yang dihasilkan nanti.

Selanjutnya, dalam rangka pengembangan usaha dan penyebaran konsep usaha bagi hasil peternakan kambing ini, kami juga membuka peluang bagi investor untuk ikut serta menanamkan modalnya. Investor dapat bagian hasil 40%, saya 30%, pemelihara 30% dari nilai penjualan anak kambing yg dihasilkan nanti. Pembagian persentase ini didasarkan pada besarnya beban yg ditanggung masing2 mitra - investor menanggung biaya untuk pembelian dua ekor induk kambing betina, saya menanggung biaya pembuatan kandang beserta perlengkapannya, penyediaan pakan tambahan (pakan selain rumput), pemeriksaan kesehatan rutin setiap 3-4 bulan, vaksinasi dan obat2an kalau ada kambing yg sakit, pemelihara menanggung kewajiban menyediakan rumput dan memelihara serta mengawasi kambing setiap hari.

Investor menyediakan dana +/-Rp1.000.000 (satu juta rupiah) untuk pembelian dua ekor induk kambing betina. Tanda +/- ini maksudnya dana sebesar itu cuma patokan tertinggi saat ini. Harga induk kambing betina berkisar Rp350.000 sampai Rp450.000. Kalau harga aktual kambingnya nanti cuma Rp350.000, sisa uang Rp300.000 akan dikembalikan kepada investor. Kalau harga aktualnya Rp450.000, sisa uang Rp100.000 dikembalikan kepada investor.

Dua ekor induk betina ini selanjutnya kami pelihara dan dikawinkan dg pejantan tangguh kami.:) Nilai jual anak-anak kambing yang dihasilkan nanti akan dibagi kepada masing-masing mitra sesuai persentase di atas.

Penjualan sepenuhnya ditentukan oleh investor. Dengan kata lain, investorlah yang menentukan kapan akan menjual anak-anak kambing yang dihasilkan nanti. Kami hanya mengurus prosesnya sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Sebagai gambaran, harga kambing jantan dewasa saat ini berkisar Rp750.000 sampai Rp1.000.000 per ekor tergantung besar dan waktu penjualannya. Harga Rp750.000 berlaku pada hari-hari biasa; harga Rp1.000.000 berlaku pada waktu menjelang lebaran Haji.

Selain itu, kalau investor ingin mengundurkan diri dan menarik kembali modalnya, kami akan mengurus penjualan dua ekor induk kambing betina tersebut sesuai dengan harga pasaran yang berlaku saat itu dan kemudian mengirimkan seluruh uang hasil penjualannya kepada investor. Dalam hal ini, tidak berlaku pembagian hasil karena induk kambing betina sepenuhnya milik investor. Yang dibagi cuma anak yg dihasilkannya.

Seperti telah disebutkan di atas, dengan usaha peternakan ini kita dapat membantu keluarga miskin dan pada waktu yang sama kita juga mendapatkan penghasilan.

Blog Archive

About