Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Peluang Investasi Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peluang Investasi Peternakan. Tampilkan semua postingan

Usaha Bagi Hasil Peternakan Kerbau

0 komentar
Penawaran ini sudah ditutup

Pada tahap awal ini direncanakan peternakan lima ekor kerbau betina. Jumlah ini nanti akan terus ditingkatkan sampai tercapai skala ekonomis minimal dua puluh ekor kerbau betina.

Kerbau betina ini akan dikembang-biakkan melalui kawin alami dengan kerbau jantan yang disediakan peternak. Dengan cara kawin alami ini, tingkat keberhasilan perkawinan kerbau sangat tinggi karena kerbau jantan secara alami mampu mendeteksi kerbau betina yang sedang birahi dan segera mengawininya berulang kali.

Nilai investasi per ekor kerbau betina dewasa siap kawin atau bunting Rp9 juta

Pola investasi: perorangan dan gotong royong

Investasi perorangan: satu orang investor secara sendiri menyediakan dana Rp9 juta untuk pembelian satu ekor kerbau betina siap kawin atau sudah bunting.

Investasi gotong royong: beberapa orang investor secara bersama-sama menyediakan dana sesuai kemampuannya sehingga tercapai jumlah Rp9 juta untuk pembelian seekor kerbau betina siap kawin atau yang sudah bunting.

Namun demikian, dalam pola investasi gotong royong ini calon investor harus mencari sendiri rekan investornya untuk diajak bergotong royong.

Setelah dana Rp9 juta yang diperlukan sudah cukup, salah satu dari gabungan beberapa calon investor ini mendaftarkan diri kepada saya dan memberikan data dirinya beserta rekan calon investor lainnya.

Jangka waktu investasi 5 tahun dan dapat terus diperpanjang.

Dana investasi Rp9 juta sepenuhnya milik Investor dan akan dikembalikan utuh tanpa potongan apa pun kepada Investor setelah berakhirnya jangka waktu investasi (5 tahun) kalau Investor tidak ingin memperpanjang kerja sama investasinya.

Jatah bagi hasil: 50% untuk investor, 50% untuk peternak.

Jatah bagi hasil 50% untuk investor ini adalah 50% dari hasil penjualan, bukan 50% dari keuntungan. Ingat, 50% dari penjualan lebih besar daripada 50% dari keuntungan karena keuntungan = nilai penjualan dikurangi biaya produksi.

Dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan kerbau ini biaya produksi sepenuhnya ditanggung peternak. Biaya produksi ini mencakup penyediaan lahan tempat usaha peternakan, biaya pembangunan kandang yang memenuhi syarat peternakan yang baik, penyediaan peralatan kandang, penyediaan pakan harian berupa rerumputan, dedaunan, dedak padi halus, mineral dan probiotik, pemeliharaan kesehatan berupa pemberian obat cacing dan vitamin secara berkala & pemeliharaan kebersihan kerbau dan kandang, dan pengobatan kalau ada kerbau yang sakit.

Untuk menjamin kesehatan dan kesuburan kerbau, peternak bekerja sama dengan mantri hewan dari Dinas Peternakan setempat untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kerbau secara berkala.

Dengan cara pemeliharaan seperti ini insyaallah risiko kesakitan atau kematian kerbau dapat ditekan sampai tingkat sangat minimal. Selain itu, kerbau merupakan jenis ternak ruminansia besar yang terkenal tangguh dan tahan penyakit.

Satu tahap penawaran investasi terdiri dari lima ekor kerbau betina siap kawin atau bunting.

Jadi, penawaran kerja sama untuk setiap tahap penawaran investasi akan ditutup kalau nilai investasi yang diperlukan sudah mencapai Rp45 juta (5 x Rp9 juta).

Dana investasi yang disetorkan para investor dijamin dan dilindungi oleh surat perjanjian tertulis yang ditanda tangani Investor dan Peternak, diberi meterai, dan dipegang oleh Investor dan Peternak.

Setelah peternakan kerbau ini berjalan dan menghasilkan, sebagian jatah bagi hasil untuk peternak akan digunakan untuk membeli sepasang kambing Kacang yang akan diserahkan kepada keluarga miskin di sekitar peternakan dengan sistem bagi hasil peternakan kambing.

Dengan kata lain, dana yang akan digunakan untuk program pemberian bantuan produktif kepada keluarga miskin tidak diambil dari jatah bagi hasil untuk investor.

Jadi, jatah bagi hasil untuk investor tetap utuh 50% dari hasil penjualan kerbau (bukan 50% dari keuntungan penjualan kerbau) tanpa potongan apa pun.

Namun demikian, dalam hal ini investor jelas memainkan peran dan memberikan andil besar berupa dukungan dan bantuan tak langsung bagi terlaksananya program bantuan produktif bagi keluarga miskin ini.

Peternakan direncanakan mulai berjalan bulan Juli 2011 yang akan datang dan berlokasi di lahan milik sendiri di desa Batu Ampar, Kedurang, Bengkulu Selatan. Di daerah ini hijauan makanan ternak berupa rerumputan, dedaunan, dan jerami padi tersedia dalam jumlah besar dan gratis, dan pakan konsentrat berupa dedak padi halus juga melimpah dengan harga yang masih sangat murah.

Info Lebih Lanjut:
Kalau masih ada yang kurang jelas dan ada yang ingin ditanyakan sehubungan dengan penawaran ini, jangan sungkan menghubungi hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au untuk info lebih lanjut.

Cara Pendaftaran:
Kirim email ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au dan sampaikan keinginan Anda untuk mendaftar sebagai investor dengan memberikan data diri (nama lengkap, alamat domisili lengkap, dan nomor KTP).

Setelah itu saya akan meminta transfer dana investasinya ke:
Hipyan Nopri
Bank Mandiri KCP Padang Sudirman
Nomor rekening: 111-00-0435-1629

atau

Hipyan Nopri
Bank BCA KCU Padang
Nomor Rekening: 0321-672-859

Setelah transfer diterima, dua eksemplar surat perjanjian yang keduanya telah saya beri meterai dan tanda tangani dikirim lewat pos ke alamat investor.

Selanjutnya, investor mengirim kembali satu eksemplar surat perjanjian tsb lewat pos ke alamat saya.

Dengan demikian, Peternak dan Investor sudah terikat perjanjian kerja sama usaha bagi hasil peternakan kerbau, dan Peternak akan memberikan informasi berkala kepada Investor mengenai perkembangan ternaknya.

Usaha Bagi Hasil Peternakan Kambing

16 komentar
Saat ini dibuka pendaftaran untuk kerja sama usaha bagi hasil peternakan kambing Kacang. Sekarang dibuka peluang kepada para investor untuk target pengadaan 40 ekor kambing Kacang betina. 40 ekor kambing merupakan jumlah populasi minimal skala ekonomis dalam agrobisnis peternakan kambing.

Meskipun demikian, target pada tahap permulaan ini 20 ekor kambing Kacang betina atau setara dengan nilai investasi Rp15 juta (10 investor x Rp1,5 juta; Rp1,5 juta untuk 2 ekor kambing Kacang betina).

Sebagai langkah awal, usaha bagi hasil peternakan kambing ini difokuskan pada peternakan kambing Kacang atau kambing Kampung.

Meskipun badannya relatif kecil dibandingkan dengan kambing pedaging unggul seperti kambing Boer, kambing Boerka, atau kambing Boerawa, namun kambing Kampung sangat subur dan nafsu kawin pejantannya sangat luar biasa sehingga perkembang-biakannya sangat cepat.

Karena itu, berbeda dengan peternakan sapi dan kerbau, peternakan kambing memberikan hasil dalam waktu yang jauh lebih cepat.

Masa kebuntingan kambing Kacang hanya sekitar 5 bulan dan setelah sekitar 3 bulan menyusui anaknya, kambing Kacang sudah bisa kawin lagi.

Dengan demikian, dalam waktu sekitar 12 hingga 14 bulan, kambing Kacang mampu beranak dua kali.

Peluang pemasaran kambing Kacang di Bengkulu dan provinsi sekitarnya masih sangat besar.

Karena penggemar masakan daging kambing semakin banyak, rumah makan yang menyediakan berbagai menu masakan daging kambing semakin bertambah, dan permintaan daging kambing juga terus meningkat.

Kambing juga selalu dibutuhkan untuk aqiqah sebagai wujud syukur orang tua atas kelahiran anaknya dan untuk hewan qurban setiap tahun saat Lebaran Haji.

Tingkat kelahiran yang relatif tinggi juga membuat permintaan kambing untuk keperluan aqiqah tidak pernah berkurang.

Dengan sifatnya yang cepat berkembang biak, harga yang terjangkau (Rp750.000 di hari biasa dan Rp1 juta atau lebih saat Lebaran Haji dan untuk aqiqah), dan permintaan yang tinggi, bisnis peternakan kambing Kacang jelas sangat menguntungkan.

Selain itu, bisnis peternakan kambing Kacang yang sangat menguntungkan ini hanya memerlukan modal yang relatif kecil, hanya Rp1,5 juta untuk pengadaan dua ekor kambing Kacang betina.

Karena itu, Anda yang memiliki dana minimal Rp1,5 juta silakan mendaftar sebagai investor dalam usaha bagi hasil peternakan kambing Kacang yang saya kelola ini.

Kirim email ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au untuk mendaftar sebagai investor.

Nilai investasi minimal per investor Rp1,5 juta

Pola investasi: perorangan

Dengan pola investasi perorangan ini, satu orang investor menyediakan dana Rp1,5 juta untuk pembelian dua ekor kambing Kacang betina.

Jangka waktu investasi 5 tahun.

Dana investasi Rp1,5 juta sepenuhnya milik Investor dan akan dikembalikan utuh tanpa potongan apa pun kepada Investor setelah berakhirnya jangka waktu investasi (5 tahun) kalau Investor tidak ingin memperpanjang kerja sama investasinya.

Jatah bagi hasil: 50% untuk investor, 50% untuk peternak.

Jatah bagi hasil 50% untuk investor ini adalah 50% dari hasil penjualan anak-anak kambing yang dihasilkan nanti, bukan 50% dari keuntungan penjualan.

Ingat, 50% dari penjualan lebih besar daripada 50% dari keuntungan karena keuntungan = nilai penjualan dikurangi biaya produksi.

Pembagian hasil dilakukan setiap kali terjadi penjualan anak-anak kambing Kacang yang dihasilkan nanti.

Dana investasi para investor dijamin dan dilindungi dengan surat perjanjian tertulis rangkap dua yang ditanda tangani kedua pihak dan diberi meterai yang dipegang oleh Investor dan Peternak.

Dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan kambing Kacang ini seluruh biaya produksi sepenuhnya ditanggung peternak.

Peternakan direncanakan mulai berjalan bulan Juli 2011 yang akan datang dan berlokasi di lahan milik sendiri di desa Batu Ampar, kecamatan Kedurang, Bengkulu Selatan.

Info Lebih Lanjut:
Kalau masih ada yang kurang jelas dan ada yang ingin ditanyakan sehubungan dengan penawaran ini, jangan sungkan menghubungi hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au untuk info lebih lanjut.

Cara Pendaftaran:
Kirim email ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au dan sampaikan keinginan Anda untuk mendaftar sebagai investor dengan memberikan data diri (nama lengkap, alamat domisili lengkap, dan nomor KTP).

Setelah itu saya akan meminta transfer dana investasinya ke:
Hipyan Nopri
Bank Mandiri KCP Padang Sudirman
Nomor rekening: 111-00-0435-1629

atau

Hipyan Nopri
Bank BCA KCU Padang
Nomor Rekening: 0321-672-859

Setelah transfer diterima, dua eksemplar surat perjanjian yang keduanya telah saya beri meterai dan tanda tangani dikirim lewat pos ke alamat investor.

Selanjutnya, investor mengirim kembali satu eksemplar surat perjanjian tsb lewat pos ke alamat saya.

Dengan demikian, Peternak dan Investor sudah terikat perjanjian kerja sama usaha bagi hasil peternakan kambing Kacang, dan Peternak akan memberikan informasi berkala kepada Investor mengenai perkembangan ternaknya.

Usaha Bagi Hasil Peternakan Sapi Bali

0 komentar
Penawaran ini sudah ditutup

Pada tahap awal ini direncanakan peternakan lima ekor sapi Bali betina. Jumlah ini nanti akan terus ditingkatkan sampai tercapai skala ekonomis minimal dua puluh ekor sapi Bali betina.

Sapi Bali betina ini akan dikembang-biakkan melalui kawin alami dengan sapi Bali jantan yang disediakan peternak. Dengan cara kawin alami ini, tingkat keberhasilan perkawinan sapi Bali sangat tinggi karena sapi Bali jantan secara alami mampu mendeteksi sapi Bali betina yang sedang birahi dan segera mengawininya berulang kali.

Nilai investasi per ekor sapi Bali betina dewasa siap kawin atau bunting Rp8 juta

Pola investasi: perorangan dan gotong royong

Investasi perorangan: satu orang investor secara sendiri menyediakan dana Rp8 juta untuk pembelian satu ekor sapi Bali betina siap kawin atau sudah bunting.

Investasi gotong royong: beberapa orang investor secara bersama-sama menyediakan dana sesuai kemampuannya sehingga tercapai jumlah Rp8 juta untuk pembelian seekor sapi Bali betina siap kawin atau yang sudah bunting.

Namun demikian, dalam pola investasi gotong royong ini calon investor harus mencari sendiri rekan investornya untuk diajak bergotong royong.

Setelah dana Rp8 juta yang diperlukan sudah cukup, salah satu dari gabungan beberapa calon investor ini mendaftarkan diri kepada saya dan memberikan data dirinya beserta rekan calon investor lainnya.

Jangka waktu investasi 5 tahun dan dapat terus diperpanjang.

Dana investasi Rp8 juta sepenuhnya milik Investor dan akan dikembalikan utuh tanpa potongan apa pun kepada Investor setelah berakhirnya jangka waktu investasi (5 tahun) kalau Investor tidak ingin memperpanjang kerja sama investasinya.

Jatah bagi hasil: 50% untuk investor, 50% untuk peternak.

Jatah bagi hasil 50% untuk investor ini adalah 50% dari hasil penjualan, bukan 50% dari keuntungan. Ingat, 50% dari penjualan lebih besar daripada 50% dari keuntungan karena keuntungan = nilai penjualan dikurangi biaya produksi.

Dana investasi yang disetorkan para investor dijamin dan dilindungi oleh surat perjanjian tertulis rangkap dua yang ditanda tangani Investor dan Peternak, diberi meterai, dan dipegang oleh Investor dan Peternak.

Dalam kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Bali ini biaya produksi sepenuhnya ditanggung peternak. Biaya produksi ini mencakup penyediaan lahan tempat usaha peternakan, biaya pembangunan kandang yang memenuhi syarat peternakan yang baik, penyediaan peralatan kandang, penyediaan pakan harian berupa rerumputan, dedaunan, dedak padi halus, mineral dan probiotik, pemeliharaan kesehatan berupa pemberian obat cacing dan vitamin secara berkala & pemeliharaan kebersihan sapi dan kandang, dan pengobatan kalau ada sapi yang sakit.

Untuk menjamin kesehatan dan kesuburan sapi, peternak bekerja sama dengan mantri hewan dari Dinas Peternakan setempat untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sapi secara berkala.

Dengan cara pemeliharaan seperti ini insyaallah risiko kesakitan atau kematian sapi Bali dapat ditekan sampai tingkat sangat minimal. Selain itu, kenyataan bahwa sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia hasil domestikasi banteng liar yang sudah sangat terbiasa hidup dalam iklim tropis Indonesia, sapi Bali merupakan trah sapi yang tingkat kesuburannya tinggi dan terkenal tangguh serta tahan penyakit.

Satu tahap penawaran investasi terdiri dari lima ekor sapi Bali betina siap kawin atau bunting.

Jadi, penawaran kerja sama untuk setiap tahap penawaran investasi akan ditutup kalau nilai investasi yang diperlukan sudah mencapai Rp40 juta (5 x Rp8 juta).

Setelah peternakan sapi Bali ini berjalan dan menghasilkan, sebagian jatah bagi hasil untuk peternak akan digunakan untuk membeli sepasang kambing Kacang yang akan diserahkan kepada keluarga miskin di sekitar peternakan dengan sistem bagi hasil peternakan kambing.

Dengan kata lain, dana yang akan digunakan untuk program pemberian bantuan produktif kepada keluarga miskin tidak diambil dari jatah bagi hasil untuk investor.

Jadi, jatah bagi hasil untuk investor tetap utuh 50% dari hasil penjualan sapi Bali (bukan 50% dari keuntungan penjualan sapi Bali) tanpa potongan apa pun.

Namun demikian, dalam hal ini investor jelas memainkan peran dan memberikan andil besar berupa dukungan dan bantuan tak langsung bagi terlaksananya program bantuan produktif bagi keluarga miskin ini.

Peternakan direncanakan mulai berjalan bulan Juli 2011 yang akan datang dan berlokasi di lahan milik sendiri di desa Batu Ampar, Kedurang, Bengkulu Selatan. Di daerah ini hijauan makanan ternak berupa rerumputan, dedaunan, dan jerami padi tersedia dalam jumlah besar dan gratis, dan pakan konsentrat berupa dedak padi halus juga melimpah dengan harga yang masih sangat murah.

Info Lebih Lanjut:
Kalau masih ada yang kurang jelas dan ada yang ingin ditanyakan sehubungan dengan penawaran ini, jangan sungkan menghubungi hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au untuk info lebih lanjut.

Cara Pendaftaran:
Kirim email ke hipyannopri[@]yahoo[.]com[.]au dan sampaikan keinginan Anda untuk mendaftar sebagai investor dengan memberikan data diri (nama lengkap, alamat domisili lengkap, dan nomor KTP).

Setelah itu saya akan meminta transfer dana investasinya ke:
Hipyan Nopri
Bank Mandiri KCP Padang Sudirman
Nomor rekening: 111-00-0435-1629

atau

Hipyan Nopri
Bank BCA KCU Padang
Nomor Rekening: 0321-672-859

Setelah transfer diterima, dua eksemplar surat perjanjian yang keduanya telah saya beri meterai dan tanda tangani dikirim lewat pos ke alamat investor.

Selanjutnya, investor mengirim kembali satu eksemplar surat perjanjian tsb lewat pos ke alamat saya.

Dengan demikian, Peternak dan Investor sudah terikat perjanjian kerja sama usaha bagi hasil peternakan sapi Bali, dan Peternak akan memberikan informasi berkala kepada Investor mengenai perkembangan ternaknya.

Peluang Investasi Agrobisnis Peternakan

0 komentar
Jangan biarkan seluruh dana Anda terpendam pasif di bank.

Jangan habiskan penghasilan bulanan Anda untuk keperluan konsumtif yang berlebihan.

Ingat, masih banyak keluarga miskin di sekitar kita yang memerlukan bantuan kita.

Jangan biarkan anak-anak keluarga miskin terlantar pendidikan dan kesehatannya karena kemiskinan orang tua mereka.

Jangan biarkan anak-anak lelaki keluarga miskin tumbuh sebagai pelaku tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.

Jangan biarkan anak-anak perempuan keluarga miskin terjerumus menjadi pekerja seks komersial demi memperoleh uang untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Manfaatkan sebagian rizki Anda untuk hal yang produktif dan menguntungkan Anda sendiri dan juga orang lain melalui investasi di bidang usaha agrobisnis peternakan.

Dana investasi Anda akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi Anda sebagai investor, saya sebagai peternak, dan keluarga miskin yang diberi bantuan produktif berkat usaha bagi hasil peternakan yang Anda dukung ini.

Tingkatkan dan kembangkan terus dana Anda melalui usaha produktif dan menguntungkan dalam agrobisnis peternakan kambing, domba, sapi, atau kerbau.

Seiring pertambahan populasi ternak Anda, dana yang Anda investasikan akan terus bertambah.

Singkatnya, Anda akan memperoleh keuntungan finansial dari usaha agrobisnis peternakan ini dan kelegaan batin karena ikut membantu meningkatkan taraf hidup keluarga miskin.

Kemampuan dan kemauan berbuat dan mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi orang yang membutuhkan bantuan akan menimbulkan kebahagiaan tak terkira selama hidup Anda.

Blog Archive

About