Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan

Sapi Simbrah - Perpaduan Dua Sapi Unggul

0 komentar
Pada akhir tahun 1960-an, tidak lama setelah masuknya sapi Simental ke Amerika Utara, beberapa peternak sapi mulai mengembangkan gagasan menciptakan jenis sapi yang dapat hidup di iklim sub-tropis Kawasan Gulf Coast Amerika Serikat. Mereka tidak hanya menginginkan trah sapi yang dapat hidup di kawasan selatan tapi juga mampu memenuhi tuntutan pasar. Akhirnya, mereka berhasil mendapatkan jenis sapi pedaging unggul dari perkawinan silang dua trah sapi paling terkenal di dunia, yaitu sapi Simental dan sapi Brahma, yang diberi nama sapi Simbrah.

Perkawinan silang kedua trah sapi yang sangat berbeda ini memanfaatkan keunggulan kedua trah sapi ini dan meningkatkan heterosis berkat perbedaan genetik yang ekstrem. Penggabungan keunggulan trah sapi Brahma, seperti umur panjang, ketahanan terhadap panas, ketahanan terhadap caplak dan penyakit, ketahanan fisik, kemampuan merumput dan kemudahan beranak dengan karakteristik unggul trah sapi Simental seperti kesuburan, produksi susu, pertumbuhan yang cepat, dan kedewasaan seksual dini ini menghasilkan trah sapi baru - Simbrah.

Meskipun telah dilakukan eksperimen dengan Bos Indicus (sapi India) dan Bos Taurus (sapi Eropa) pada akhir tahun 1960-an, sapi Simbrah pertama yang dihasilkan baru didaftarkan pada tahun 1977. Dengan sistem pencatatan terbukanya, Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika Serikat (the American Simmental Association) menyadari bahwa trah sapi Simbrah sebaiknya dimasukkan dalam buku catatan sapi Simental daripada dimasukkan dalam buku catatan tersendiri. Pada tahun 1977, pencatatan sapi Simbrah disetujui oleh para anggota perhimpunan ini, di mana para peternak mendaftarkan 700 sapi pada tahun pertama terbentuknya organisasi peternak ini. Pada tahun berikutnya tercatat 1.100 sapi lagi, dan dalam lima tahun pertama lebih 3.000 sapi Simbrah didaftarkan dan dicatat setiap tahun.

Ada dua kategori sapi Simbrah yang diakui pada buku catatan silsilah sapi, yaitu mendekati murni (purebred) dan peranakan (percentage). Sapi Simbrah trah mendekati murni memiliki 5/8 ciri genetik sapi Simental dan 3/8 ciri genetik sapi Brahma, sedangkan sapi Simbrah trah peranakan harus memiliki minimum 3/8 ciri genetik sapi Simental dan 1/4 ciri genetik sapi Brahma. Variabel lain sebagai tambahan rumus trah mendekati murni adalah �1/16 ciri genetik mengambang trah lain� yang memungkinkan peternak menambah 1/16 ciri genetik trah lain agar sapi Simbrah cocok dengan program dan keadaan lingkungan mereka.

Pada mulanya, para peternak menamakan sapi hasil perkawinan silang antara sapi Simental jantan dan sapi Brahma betina ini sapi �Brahmental� dan menggunakan nama ini pada sertifikat pendaftarannya, tapi karena peternak yang pertama kali mengawinsilangkan kedua sapi ini menyatakan dialah yang berhak memberikan nama untuk trah sapi baru tersebut dan mengajukan keberatan pada tahun 1977, ASA mengganti nama sapi tersebut menjadi Simbrah. Ini merupakan trah sapi yang sekarang terkenal di seluruh dunia. Trah sapi baru ini dikenal sebagai sapi Simbrah di sebagian besar negara tapi juga dinamakan sapi �Simbra� di Afrika Selatan dan sapi �Simbrasil� di Brazil.

Pada musim semi 1993, Simbrah International diterbitkan dengan bantuan ASA Publication, Inc. Majalah empat warna ini diterbitkan tiga kali setahun sampai tahun 1996 ketika majalah ini mulai diterbitkan setiap enam bulan sekali. Pada musim gugur 1997, majalah ini mengalami perubahan tampilan dan diberi nama baru. American Simbrah menjadi media iklan bagi para peternak sapi Simbrah dan sekarang terbit empat kali setahun.

Di bawah payung Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika Serikat (American Simmental Association), sekarang sapi Simbrah diawasi dengan standar keunggulan yang sama ketatnya dengan sapi Simental dan dimasukkan dalam program keunggulan karkas inovatif ASA.

Sapi Simbrah memadukan keunggulan genetik dua trah sapi paling terkenal di dunia, yang keunggulannya dapat diandalkan dan menjadi andalan trah sapi baru ini dalam bisnis sapi pedaging.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan Nopri

Sumber:
http://www.simmental.org
http://www.simbrah.com/446p.pdf

Sapi Brahma

0 komentar
Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah dibahas sapi Simental dan sapi Simbrah, hasil perkawinan silang sapi Simental dan sapi Brahma, sekarang saya akan menampilkan tulisan mengenai sapi Brahma.

Dari namanya, Brahma, orang mungkin langsung membayangkan kemungkinan hubungan antara sapi jenis ini dengan agama Hindu atau negeri India. Untuk membuktikan apakah bayangan ini benar atau tidak, bagian selanjutnya dari tulisan ini akan membahas sejarah sapi Brahma dan kemudian menguraikan karakteristiknya.

Sapi Brahma merupakan keturunan dari sapi Bos indicus yang berasal dari India. Setelah ratusan tahun menghadapi kekurangan persediaan pakan, hama serangga, parasit, penyakit dan cuaca tropis ekstrim di India, sapi asli India ini mengalami beberapa adaptasi yang luar biasa sehingga mampu bertahan hidup. Sapi ini merupakan "sapi suci India," dan orang Hindu umumnya tidak memakan daging sapi ini, tidak memperbolehkan penyembelihannya, dan tidak menjualnya. Kenyataan ini, ditambah lagi dengan peraturan karantina di Amerika Serikat, menyulitkan usaha mengimpor sapi dari India ke negara ini.

Berawal dari sekitar 266 sapi jantan dan 22 sapi betina dari beberapa jenis Bos indicus (sapi India) yang diimpor ke Amerika Serikat dari tahun 1854 sampai 1926, sekarang sapi Brahma telah mencapai keunggulan adaptivitas lingkungan, umur yang panjang, kemampuan mengasuh anak dan produksi daging yang efisien. Jenis sapi India yang pada mulanya dibawa ke Amerika Serikat tersebut adalah sapi Kankrej atau Gujarat, sapi Nelore atau Ongole, sapi Gir, dan sapi Krishna. Keempat jenis sapi India inilah yang digunakan dalam proses seleksi untuk menghasilkan sapi pedaging unggul jenis baru, sapi Brahma.

Impor sapi India pertama dilakukan pada tahun 1854, ketika petani tebu dan kapas, Richard Barrow dari St. Francisville, Louisiana, diberi hadiah dua ekor sapi jantan oleh Pemerintah Inggris atas jasanya dalam mengajarkan cara produksi kapas dan tebu kepada para pejabat Inggris yang mulai memperkenalkan tanaman ini di kawasan delta India.

Pada tahun 1924, Himpunan Peternak Sapi Brahma Amerika (The American Brahman Breeders Association, ABBA) dibentuk. J.W. Sartwelle dari Houston menjadi sekretaris pertama organisasi ini dan dialah yang mengusulkan nama "Brahma" dan nama ini kemudian dijadikan nama sapi jenis baru tersebut.

Ciri khas sapi Brahma Amerika ini adalah punuk besar di pundak dan gelambir yang menggantung di leher sampai perutnya. Telinga sapi Brahma lebih besar daripada telinga sapi Eropa (Bos taurus). Sapi Brahma jantan bisa mencapai bobot hidup 800 hingga 1.100 kilogram dan berat sapi Brahma betina bisa 500 hingga 700 kilogram. Saat lahir, anak sapi Brahma berbobot 30 to 33 kilogram. Sapi Brahma Amerika dikenal sebagai sapi yang jinak dan cerdas. Sapi ini suka diperhatikan dan bisa jadi sangat jinak. Sapi ini cepat tanggap terhadap perlakuan yang diterimanya, baik atau pun buruk.

Warna sapi ini bisa kelabu, merah, atau kelabu kehitaman. Sapi Brahma jantan berwarna lebih gelap daripada sapi Brahma betina. Pada bagian hidung, ujung telinga, dan kuku sapi Brahma terdapat pigmentasi hitam. Pada dasarnya, sapi Brahma adalah jenis sapi bertanduk, tapi ada juga sebagian sapi Brahma yang tidak bertanduk.

Sapi Brahma betina merupakan induk yang sangat baik, yang memberikan perlindungan dan banyak susu bagi anaknya. Anak sapi Brahma cenderung mencapai berat badan yang tinggi pada masa sapih karena banyaknya susu yang diberikan induknya. Di beberapa negara, khususnya Amerika Selatan, sapi Brahma dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging.

Selain itu, dibandingkan dengan sapi Eropa, sapi Brahma lebih tahan terhadap panas. Ketahanan terhadap panas ini dihasilkan berkat rendahnya temperatur internal yang dihasilkan di dalam tubuhnya. Sapi ini memiliki lebih banyak kelenjar keringat dan kulitnya berminyak, berbulu pendek dan tebal. Kulit yang halus berminyak ini diperkirakan berperan mengusir serangga.

Sekarang, sapi Brahma tidak hanya tersebar di berbagai penjuru Amerika tapi juga sudah tersebar luas di berbagai belahan dunia.

Referensi:
http://www.brahman.org/
http://en.wikipedia.org/wiki/Brahman_(cattle)
http://www.cattle.com/articles/title/Brahman+Cattle.aspx
http://www.ansi.okstate.edu/breeds/

Gambaran Umum Sapi Simbrah

0 komentar
Sapi Simbrah merupakan sapi hasil perkawinan silang antara sapi Simental jantan dan sapi Brahma betina. Persilangan kedua jenis sapi ini mulai dilakukan pada akhir tahun 1960-an. Selain cocok diternakkan di daerah berhawa panas, sapi jenis ini juga menghasilkan daging bermutu tinggi dengan kadar lemak rendah.
Sapi Simbrah betina bisa mencapai berat hidup berkisar 550 sampai 750 kg, sedangkan bobot sapi Simbrah jantan berkisar antara 900 hingga 1250 kg.

Dengan pencapaian berat hidup seperti ini, sapi ini masuk kategori sapi berukuran sedang dan sapi berukuran besar. Sapi ini berwarna dasar merah dengan muka dan lutut ke bawah putih. Namun demikian, ada juga Simbrah berwarna hitam atau merah total. Pada sapi Simbrah berwarna selain hitam, kulit di sekitar mata biasanya berwarna putih atau merah muda.

Sebagai sapi pedaging, sapi Simbrah berotot padat dan besar. Sapi Simbrah jantan lebih besar dibandingkan dengan Simbrah betina. Sapi ini tidak berpunuk. Postur badannya panjang, kokoh, dan berotot. Kaki dan pahanya juga besar dan kokoh. Sapi ini cepat dewasa kelamin dan tingkat kesuburannya tinggi baik pada sapi jantan maupun betina. Pada umur 14 sampai 15 bulan, sapi ini sudah bisa dikawinkan. Namun demikian, usia ideal untuk menghasilkan anak adalah 2 tahun. Sapi Simbrah betina bisa tetap produktif sampai usia 15 tahun atau lebih. Sapi ini tergolong sapi yang waspada dan sapi betina sangat melindungi anaknya.

Referensi:
http://www.simmental.org/userimages/Description%20of%20a%20Simbrah.pdf
http://www.cattle-today.com/Simbrah.php
http://www.jhcranch.com/index.html

Gambaran Umum Sapi Simental

0 komentar
Meskipun sebenarnya terdapat beberapa jenis sapi pedaging impor unggul, yang paling dikenal di Indonesia adalah sapi Simental. Popularitas sapi Simental ini mungkin karena para peternak menilai sapi jenis ini paling unggul dalam produksi daging. Kemungkinan lainnya, sapi jenis ini paling banyak didatangkan importir sapi ke Indonesia. Namun demikian, terlepas dari mana di antara kedua sebab ini yang benar, penelitian Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika (ASA, American Simmental Association) membuktikan bahwa sapi Simental memang paling unggul dibandingkan dengan jenis sapi lainnya dalam hal tingkat pertumbuhan, persentase karkas, dan produksi susu. Penelitian ini dilakukan pada sapi Simental galur murni.
Tentu saja, mengingat iklim negara kita yang panas, sapi Simental murni tidak cocok diternakkan di sini. Karena itu, perkawinan silang sapi Simental jantan dengan sapi betina jenis lain yang tahan panas merupakan solusi paling tepat. Di Amerika Serikat telah dihasilkan sapi pedaging unggul tahan panas hasil persilangan sapi Simental jantan dan sapi Brahma betina. Keturunan hasil perkawinan silang kedua jenis sapi ini dinamakan Simbrah, yaitu perpaduan nama Simental dan Brahma.

Sapi Simental berasal dari daerah Dataran Tinggi Bern, Swis, dan sudah dikenal sejak Abad Pertengahan sebagai sapi belang besar. Dari sini, sapi ini menyebar ke Swis barat dan utara.

Sapi Simental, salah satu jenis sapi yang lebih jinak dan mudah dipelihara, terkenal dengan punggungnya yang panjang dan lurus serta punggung dan pinggang yang sangat montok. Sebagai sapi dengan ukuran sedang hingga besar dan tulang-tulang yang kokoh, sapi Simental jantan biasanya berbobot 1100 hingga 1400 kg setelah dewasa dan sapi Simental betina 600 hingga 800 kg. Sapi Simental betina tetap mampu melahirkan sampai umur sepuluh hingga dua belas tahun dan banyak menghasilkan susu. Sapi Simental merupakan sapi belang, kadang-kadang hanya dengan sedikit belang putih. Warnanya bervariasi dari kuning muda hingga coklat kemerahan. Kepalanya biasanya putih di bagian depan mata dan kaki bagian bawah juga umumnya putih. Sapi ini mampu mencapai pertambahan berat badan 1 hingga 1,5 kilogram per hari dan tingkat konversi pakan yang tinggi sehingga menghasilkan karkas sekitar 63%. Sapi jenis ini cocok dikawinsilangkan dengan jenis sapi yang lebih kecil baik untuk meningkatkan produksi daging maupun susu.

Dengan ukuran tubuhnya yang mengesankan, sapi Simental sudah lama tersebar ke seluruh dunia, dan sebagian negara lebih berhasil dibandingkan dengan negara lain dalam pengembangan ternak sapi Simental ini. Sapi jenis ini telah menyebar ke berbagai negara Eropa dan dikenal dengan nama yang berbeda, yang semuanya dikembangkan dengan fokus peternakan yang berbeda. Sapi Pie Rouge di Perancis diternakkan dengan tujuan utama produksi daging; sapi ini besar dan sintal. Sapi Montbeliarde diternakkan untuk melestarikan potensi produksi susu yang tinggi pada sapi Simental. Banyak orang berpendapat sapi ini merupakan jenis sapi produsen susu terbanyak kedua, yang hanya dikalahkan oleh sapi Holstein. Sapi Abondance ukuran tubuhnya lebih kecil; rangka sapi ini lebih kecil dan dibandingkan dengan jenis sapi lain bertulang lebih kecil. Sapi Austro-German Fleckviehs yang terkenal memiliki kemampuan produksi daging lebih besar dan banyak menghasilkan anak. Sapi Simental Swis tetap berangka besar dengan otot yang sangat proporsional. Kawasan pedesaan Italia juga mengembangkan sapi Simmentalnya sendiri, yang dinamakan Peseta Rosa � yang berarti koin berwarna mawar, mungkin karena kemudahan penjualan sapi Simental.

Sapi Simmental sudah lama diternakkan di Amerika Serikat. Sapi ini pertama kali tercatat diternakkan di Illinois pada tahun 1887. Mungkin karena diternakkan pada masa transisi negara ini, peternakan sapi ini kurang berhasil sebelum dilakukan lagi usaha peternakannya pada tahun 1960an. Anak sapi Simental pertama lahir pada tahun 1968 dari perkawinan buatan menggunakan semen impor. Tahun 1974, Federasi Peternak Sapi Simental Dunia dibentuk. Tujuan utamanya adalah mempersatukan para peternak dengan menyediakan pangkalan untuk pertukaran informasi dan hasil penelitian serta meningkatkan pengaruh dan pentingnya sapi jenis ini.

Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika bekerja sama untuk mengembangkan jenis sapi ini di Amerika Serikat. Meskipun beragam latar belakangnya, para anggotanya sama-sama menggunakan pendekatan progresif. PPSSA melaksanakan program inseminasi buatan, program identifikasi sapi betina dan perbandingan sapi dalam kawanan yang sama. Ini merupakan perhimpunan peternak pertama yang mencatat data induk jantan. Data kinerja sapi Simental juga terbukti langsung di ajang pameran.

Walaupun terdapat persamaan yang jelas pada sapi Simental di setiap negara, sapi Simental Amerika dipelihara dengan tujuan utama mengembangkan keunggulan produksi dagingnya. Sapi Simental Amerika merupakan sapi besar dengan tulang besar. Dengan ukuran yang sangat besar, sangat mengejutkan bahwa sapi Simental juga melahirkan banyak anak. Meskipun berat lahirnya rendah, tingkat pertumbuhan sapi ini cepat. Sapi Simental betina merupakan induk betina yang luar biasa dan memperlihatkan siklus produksi yang sangat lama. Sapi Simental betina dan sapi Simental jantan cepat mencapai kedewasaan kelamin, dibandingkan dengan jenis sapi Amerika lainnya yang memerlukan waktu lebih lama untuk perkembangbiakannya. Walaupun kemampuan produksi susunya tidak diseleksi, sapi Simental tetap menjadi sapi penghasil susu di atas rata-rata. Keuntungan ekonominya bagi peternak sapi pedaging hampir tak terkalahkan oleh sapi jenis lain. Sapi ini sangat jinak dan memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang luar biasa. Hasil karkasnya sangat baik dengan kualitas daging yang tinggi. Daging sapi Simental empuk dan sangat lezat.

Program perbaikan keturunan (upgrading) di Amerika telah menghasilkan berbagai pola warna pada sapi jenis ini. Pola warna asli sapi Simental adalah merah dan putih atau kuning dan putih. Semua warna dan semua pola warna diterima di kalangan Perhimpunan Peternak Sapi Simental Amerika. Gen untuk karakteristik tak bertanduk juga telah diketahui pada sapi jenis ini, yang besar kemungkinan berasal dari perkawinan silang dengan sapi Angus. Banyak sekali variasi pada sapi jenis ini sehingga para peternak dapat memilih sapi Simental yang paling sesuai dengan lingkungan mereka. Namun demikian, sapi Simental merupakan sapi yang sangat mampu beradaptasi sehingga standar umum sulit ditentukan. Risiko kekurangan plasma nutfah sangat kecil bagi peternak sapi Simental.

Hasil perkawinan silang yang sangat terkenal adalah sapi SimAngus; anak sapi yang dihasilkan menggabungkan karakteristik terbaik jenis sapi Inggris dan Amerika. Tingkat kinerja, tingkat kesuburan, hasil produksi dan kandungan lemak dalam daging (marbling) membuat sapi ini sangat laku dijual. Sapi Simbrah, hasil persilangan antara sapi Simental dan sapi Brahma juga berkembang biak dengan pesat di daerah-daerah yang kekurangan padang rumput. Pengaruh sapi Brahma pada sapi jenis ini membuatnya menjadi sapi yang kuat dan lebih tahan terhadap cuaca dan flora Amerika selatan.

Sapi Simental merupakan salah satu sapi pedaging unggul. Karakteristiknya sangat dapat diturunkan dan data untuk memperkirakan karakteristik anaknya sangat terpercaya. Dagingnya yang secara alami sedikit mengandung lemak, keempukan dagingnya dan hasil produksinya yang tinggi sangat menguntungkan peternak. Ketika semakin banyak usaha untuk mencapai heterosis pada berbagai jenis sapi, sapi Simental mungkin menjadi pilihan pelengkap terbaik. Kejinakan dan variabilitasnya akan membuat sapi Simental tetap menjadi sapi favorit dalam peternakan sapi pedaging.

Referensi:
http://www.simmental.org/index.php?option=com_content&task=view&id=122&Itemid=421
http://www.cattle-today.com/Simmental.php
http://www.cattle.com/articles/title/Simmental+Cattle.aspx

Langkah Awal Peternakan Sapi Simental

0 komentar
Setelah mencoba peternakan kambing skala rumah tangga, mulai hari ini saya coba beternak sapi Simental.

Sebagai langkah permulaan, saya beli dua ekor sapi Simental betina. Karena belum ada lahan sendiri, saya kembali menjalin kerja sama bagi hasil peternakan sapi dengan Uda Buyuang Nurfal.

Mudah-mudahan usaha peternakan sapi skala rumah tangga ini berkembang pesat dan menguntungkan mitra saya beserta keluarganya dan juga keluarga kami.

Mudah-mudahan, sistem bagi hasil usaha peternakan sapi ini juga ditiru oleh siapa saja yang memiliki dana cukup untuk membeli bibit sapi.

Kalau para pemilik modal mau menyediakan bibit sapi untuk usaha bagi hasil dengan para keluarga miskin yang ada di sekitar tempat tinggalnya, insyaallah tingkat kemiskinan di kalangan masyarakat kita akan terus berkurang.

Salam Peternak

Hipyan

Gambaran Umum Sapi Bali

7 komentar
Sapi Bali (Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar. Para ahli meyakini bahwa penjinakan tersebut telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di Bali sehingga sapi jenis ini dinamakan sapi Bali. Sampai saat ini banteng liar tersebut masih dapat ditemukan di kawasan hutan Ujung Kulon Jawa Barat, Ujung Wetan Jawa Timur, dan Taman Nasional Bali Barat.

Sebagai keturunan banteng, sapi Bali memiliki warna dan bentuk tubuh persis seperti banteng liar. Kaki sapi Bali jantan dan betina berwarna putih dan terdapat telau, yaitu bulu putih di bagian pantat dan bulu hitam di sepanjang punggungnya.

Sebagaimana banteng, sapi Bali tidak berpunuk, badannya montok, dan dadanya dalam. Dibandingkan dengan sapi lain, sapi Bali jantan terkenal lebih agresif. Karena itu, jangan mengenakan pakaian berwarna merah saat mendekati sapi ini agar tidak diserangnya. Walaupun begitu, sapi ini sangat penurut pada orang yang biasa dekat dengannya.

Sapi Bali jantan bertanduk dan berbulu warna hitam kecuali kaki dan pantat. Berat sapi Bali dewasa berkisar 350 hingga 450 kg, dan tinggi badannya 130 sampai 140 cm. Sapi Bali betina juga bertanduk dan berbulu warna merah bata kecuali bagian kaki dan pantat. Dibandingkan dengan sapi Bali jantan, sapi Bali betina relatif lebih kecil dan berat badannya sekitar 250 hingga 350 kg.

Sewaktu lahir, baik sapi Bali jantan maupun betina berwarna merah bata. Setelah dewasa kelamin, warna bulu sapi Bali jantan berubah menjadi hitam karena pengaruh hormon testosteron. Karena itu, bila sapi Bali jantan dikebiri, warna bulunya yang hitam akan berubah menjadi merah bata.

Blog Archive

About